LintasWarganet.com – 06 Juni 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini mengadakan pertemuan dengan tim analis S&P Global Ratings untuk menyampaikan gambaran menyeluruh tentang kondisi ekonomi dan fiskal Indonesia. Dalam sesi tersebut, Purbaya menekankan pentingnya menjaga stabilitas fiskal sebagai landasan utama pertumbuhan berkelanjutan.
Beberapa poin kunci yang disampaikan antara lain:
- Fundamental ekonomi Indonesia masih kuat, didukung oleh pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang stabil dan tingkat inflasi yang berada dalam kisaran target.
- Kebijakan fiskal telah diarahkan pada pengendalian belanja serta peningkatan efisiensi penerimaan pajak.
- Komitmen pemerintah untuk menurunkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah 3 persen dari Produk Nasional Bruto (PNB) dalam jangka menengah.
Purbaya menambahkan bahwa pencapaian target defisit di bawah 3 persen tidak hanya akan memperkuat kredibilitas Indonesia di mata pemeringkat internasional, tetapi juga akan menurunkan beban biaya pinjaman luar negeri. Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah berencana mengoptimalkan reformasi perpajakan, memperluas basis penerimaan, serta menahan pertumbuhan belanja yang tidak produktif.
Selanjutnya, tim S&P Global Ratings menilai bahwa meskipun terdapat tantangan eksternal seperti ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga komoditas, prospek fundamental Indonesia tetap positif asalkan disiplin fiskal dijaga secara konsisten.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet