LintasWarganet.com – 03 April 2026 | Barcelona kembali berada dalam situasi sulit setelah winger asal Brasil, Raphinha, harus absen selama lima pekan karena cedera otot pada kaki kirinya. Keputusan pelatih Xavi Hernandez untuk menyingkirkan Raphinha dari skuad inti menambah tekanan pada tim yang sedang berjuang mempertahankan posisi di La Liga dan Liga Champions.
Raphinha Tertinggal Lima Pekan
Pada pertandingan melawan Atletico Madrid minggu lalu, Raphinha terpaksa diganti di babak pertama setelah menunjukkan tanda-tanda ketegangan otot. Pemeriksaan medis mengonfirmasi adanya cedera otot grade dua yang memerlukan istirahat total setidaknya lima minggu. Kondisi ini membuat Raphinha tak dapat berpartisipasi dalam tiga laga La Liga serta dua pertandingan penting Liga Champions.
Raphinha, yang selama ini menjadi salah satu ujung tombak serangan Barcelona bersama Robert Lewandowski, mencetak empat gol dan memberikan tiga assist dalam sepuluh penampilan terakhir. Kehilangan kontribusinya diprediksi akan menurunkan efektivitas lini serang tim, terutama pada fase transisi cepat yang menjadi ciri khas taktik Xavi.
Ronald Araujo Ungkap Kekecewaan Tim
Kapten pertahanan, Ronald Araujo, menyampaikan rasa sedihnya atas absennya Raphinha. “Kami semua sangat sedih karena Raphinha adalah pemain yang selalu memberikan energi positif di lapangan. Tanpa dia, kami harus menyesuaikan diri lebih cepat,” ujar Araujo dalam konferensi pers pasca pertandingan melawan Valencia.
Araujo menambahkan bahwa selain kehilangan kecepatan, Raphinha juga memberikan kontribusi defensif dengan menekan lawan sejak fase serangan balik. “Dia tidak hanya mencetak gol, tapi juga membantu kami merebut bola kembali. Tanpa dia, beban kerja kami di lini tengah meningkat,” jelasnya.
Laporta Minta FIFA Tinjau Jadwal Pertandingan
Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengajukan permohonan resmi kepada FIFA untuk meninjau kembali jadwal pertandingan yang dianggap terlalu padat. Menurut Laporta, kalender kompetisi yang menumpuk mengurangi waktu pemulihan pemain dan meningkatkan risiko cedera, seperti yang dialami Raphinha.
Laporta menyatakan, “Kami mengerti pentingnya kompetisi, namun jadwal yang terlalu rapat mengorbankan kesehatan pemain. Kami berharap FIFA dapat memberikan ruang istirahat yang lebih layak antara pertandingan penting,” ujar Laporta dalam pernyataan resmi klub.
Dampak Terhadap Target Musim Ini
Tanpa Raphinha, Barcelona kini harus mengandalkan opsi alternatif seperti Ansu Fati, Ferran Torres, dan Ousmane Dembélé untuk mengisi kekosongan di sisi kanan serangan. Namun, semua pemain tersebut masih dalam proses penyesuaian taktik setelah pergantian pelatih pada awal musim.
Analisis internal tim melaporkan bahwa produktivitas gol tim menurun 15% sejak Raphinha absen. Di samping itu, statistik penguasaan bola di wilayah lawan turun menjadi 48% dibandingkan 55% pada minggu-minggu sebelumnya.
Langkah Strategis Xavi Hernandez
Untuk mengatasi krisis ini, Xavi berencana mengubah formasi menjadi 4-3-3 dengan peran lebih besar bagi gelandang tengah dalam menghubungkan serangan. Ia juga berencana memberi lebih banyak menit bermain kepada pemain muda dari akademi La Masia, dengan harapan menemukan solusi jangka pendek yang dapat mengembalikan keseimbangan tim.
Selain itu, Xavi menekankan pentingnya rotasi pemain untuk menjaga kebugaran, terutama menjelang fase final Liga Champions yang dijadwalkan pada bulan Mei.
Dengan tekanan yang terus meningkat, Barcelona harus menemukan cara untuk tetap kompetitif meski tanpa Raphinha. Kekuatan mental tim, kemampuan adaptasi taktik, serta respon cepat terhadap permintaan Laporta kepada FIFA menjadi faktor kunci dalam menentukan nasib klub di sisa musim ini.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet