Bank Indonesia Perluas Penggunaan QRIS Antarnegara ke Tiongkok Meski Masih Terbatas
Bank Indonesia Perluas Penggunaan QRIS Antarnegara ke Tiongkok Meski Masih Terbatas

Bank Indonesia Perluas Penggunaan QRIS Antarnegara ke Tiongkok Meski Masih Terbatas

LintasWarganet.com – 01 Mei 2026 | Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas ekosistem pembayaran digital melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS) ke pasar internasional, khususnya ke Republik Rakyat Tiongkok. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah transaksi lintas negara bagi wisatawan, pelaku usaha, dan diaspora Indonesia di China.

Sejak peluncuran QRIS pada tahun 2019, penggunaan kode QR sebagai metode pembayaran telah mengalami pertumbuhan signifikan di dalam negeri. Kini, BI menargetkan integrasi QRIS dengan sistem pembayaran utama di China, antara lain UnionPay QR, Alipay QR, serta versi unified QR yang menampilkan logo UnionPay dan Alipay.

Ruang Lingkup Penggunaan Saat Ini

  • UnionPay QR: Sistem QR yang dikelola oleh jaringan kartu pembayaran terbesar di China.
  • Alipay QR: Platform pembayaran mobile terpopuler yang dimiliki oleh Ant Group.
  • Unified QR (UnionPay & Alipay): Kode QR gabungan yang dapat dibaca oleh kedua jaringan tersebut.

Walaupun ketiga jenis QR di atas sudah dapat diproses melalui QRIS, penetrasi penggunaannya masih terbatas. Sebagian besar merchant di Indonesia belum secara aktif menampilkan logo UnionPay atau Alipay pada QRIS mereka, sehingga konsumen China yang mengunjungi Indonesia masih menghadapi kendala dalam melakukan pembayaran.

Manfaat Bagi Stakeholder

Stakeholder Manfaat
Pelanggan Memungkinkan pembayaran tanpa konversi mata uang atau kebutuhan kartu fisik.
Pedagang Memperluas basis pelanggan, khususnya wisatawan dan pelaku bisnis Tiongkok.
Bank Indonesia Meningkatkan inklusi keuangan dan posisi Indonesia dalam ekosistem pembayaran global.

Hambatan yang Masih Dihadapi

Beberapa faktor menjadi penyebab keterbatasan adopsi QRIS di pasar China:

  1. Kurangnya sosialisasi dan pelatihan bagi merchant mengenai cara mengaktifkan logo UnionPay/Alipay pada QRIS.
  2. Perbedaan regulasi dan standar keamanan antara otoritas keuangan Indonesia dan China.
  3. Preferensi konsumen China yang masih mengandalkan aplikasi pembayaran domestik dengan fitur lengkap.

Untuk mengatasi hal tersebut, BI berencana melakukan serangkaian workshop bersama asosiasi pedagang, serta meningkatkan kolaborasi dengan otoritas keuangan China. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat proses sertifikasi QRIS yang kompatibel dengan jaringan UnionPay dan Alipay.

Dengan memperluas jangkauan QRIS ke Tiongkok, Indonesia tidak hanya meningkatkan kemudahan transaksi bagi pengguna lintas negara, tetapi juga memperkuat posisi sebagai hub pembayaran digital di kawasan Asia Tenggara.