Bahlil Usul Penambahan Kuota BBM Subsidi pada APBN 2027
Bahlil Usul Penambahan Kuota BBM Subsidi pada APBN 2027

Bahlil Usul Penambahan Kuota BBM Subsidi pada APBN 2027

LintasWarganet.com – 15 Juni 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengemukakan usulan penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2027. Menurut data yang disampaikan, kuota BBM subsidi direncanakan naik menjadi kisaran 19,34 hingga 19,56 juta kiloliter (KL), naik signifikan dibandingkan alokasi tahun-tahun sebelumnya.

Usulan ini juga mencakup penambahan kuota LPG bersubsidi, yang diperkirakan akan menambah daya beli rumah tangga berpenghasilan rendah serta mendukung kebutuhan energi di sektor rumah tangga dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bahlil menegaskan bahwa penyesuaian kuota tersebut bertujuan untuk menanggulangi inflasi energi serta menjaga kestabilan harga bahan bakar di tengah kondisi ekonomi global yang masih tidak menentu.

Beberapa poin utama dari usulan tersebut meliputi:

  • Kenaikan total kuota BBM subsidi menjadi 19,34–19,56 juta KL.
  • Peningkatan kuota LPG subsidi untuk memperluas jangkauan bantuan energi rumah tangga.
  • Penyesuaian tarif subsidi agar selaras dengan harga pasar internasional dan nilai tukar rupiah.
  • Penguatan mekanisme monitoring dan verifikasi penggunaan subsidi untuk mencegah penyalahgunaan.

Dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Keuangan, Bahlil menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral untuk memastikan alokasi subsidi tidak menimbulkan beban fiskal yang berlebih. Ia juga mengusulkan evaluasi periodik atas dampak sosial‑ekonomi dari kebijakan subsidi, termasuk penurunan tingkat kemiskinan energi dan peningkatan akses energi bersih.

Jika usulan tersebut disetujui dalam RAPBN 2027, pemerintah diperkirakan akan menyiapkan sumber pembiayaan tambahan melalui kombinasi pendapatan negara, pinjaman dalam negeri, dan penyesuaian belanja lain yang dapat dialihkan ke prioritas energi bersubsidi. Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan pasokan BBM di tingkat konsumen akhir sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.