Bahlil Tegaskan Harga BBM dan LPG Subsidi Tetap Stabil
Bahlil Tegaskan Harga BBM dan LPG Subsidi Tetap Stabil

Bahlil Tegaskan Harga BBM dan LPG Subsidi Tetap Stabil

LintasWarganet.com – 12 Juni 2026 | Jakarta, 11 Juni 2026 – Menteri Koperasi dan UKM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi serta LPG bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan meskipun terjadi penyesuaian harga di pasar internasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang diadakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, sekaligus menanggapi kekhawatiran publik terkait kemungkinan inflasi energi.

Berikut poin-poin penting yang disampaikan Bahlil:

  • Harga BBM subsidi (Premium, Pertalite, dan Solar) tetap pada tarif yang telah ditetapkan pemerintah sejak Januari 2024.
  • Tarif LPG bersubsidi tetap pada Rp13.000 per kilogram, tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga dunia.
  • Penyesuaian harga yang terjadi pada BBM non-subsidi (misalnya Pertamax, Pertamina Dex) bersifat sementara dan tidak memengaruhi subsidi pemerintah.
  • Pemerintah akan terus memantau dinamika pasar energi untuk memastikan stabilitas harga bagi konsumen rumah tangga.

Penjelasan teknis yang diberikan meliputi faktor-faktor berikut:

Faktor Pengaruh Terhadap Harga
Harga Crude Oil Dunia Meningkat, namun subsidi menahan dampak pada harga akhir konsumen.
Kurs Rupiah Fluktuasi kurs dapat memengaruhi biaya impor bahan bakar, namun subsidi tetap dijaga.
Kebijakan Pemerintah Penetapan tarif subsidi yang tetap menjadi prioritas untuk menjaga daya beli.

Bahlil juga menambahkan bahwa kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan inflasi serta menjaga kesejahteraan masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah yang sangat bergantung pada BBM dan LPG bersubsidi untuk transportasi dan kebutuhan rumah tangga. Ia menegaskan bahwa mekanisme subsidi akan terus dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitasnya.

Dengan komitmen tersebut, diharapkan konsumen tidak perlu khawatir tentang lonjakan biaya energi dalam waktu dekat, meskipun pasar global menunjukkan volatilitas yang tinggi.