LintasWarganet.com – 25 Juni 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Tanjung, menegaskan bahwa Indonesia akan melanjutkan rencana impor minyak bumi (BBM) dari Rusia. Menurutnya, keputusan tersebut diambil untuk menjamin ketersediaan bahan bakar di dalam negeri, terutama pada saat pasar energi global mengalami fluktuasi harga yang signifikan.
Impor tersebut akan dilakukan melalui skema government-to-government (G2G), yang berarti negosiasi dan kontrak dibangun langsung antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Rusia. Skema ini diharapkan dapat meminimalkan risiko komersial serta mempercepat proses administratif.
Volume yang direncanakan mencapai 150 juta barel, yang akan diangkut secara bertahap sesuai dengan kebutuhan operasional dan permintaan pasar domestik. Berikut rincian perkiraan aliran impor:
| Bulan | Volume (juta barel) |
|---|---|
| Juli‑Agustus 2024 | 30 |
| September‑Oktober 2024 | 35 |
| November‑Desember 2024 | 40 |
| Januari‑Februari 2025 | 45 |
Skema G2G juga mencakup penyediaan fasilitas pelabuhan, penanganan logistik, serta koordinasi dengan perusahaan energi nasional untuk distribusi akhir. Dengan mekanisme ini, pemerintah berharap dapat menghindari potensi gangguan pasokan yang dapat memengaruhi harga bahan bakar di dalam negeri.
Selain menekankan pentingnya keamanan pasokan, Bahlil menambahkan bahwa impor BBM dari Rusia tidak akan mengubah kebijakan energi jangka panjang Indonesia. Pemerintah tetap berkomitmen pada transisi energi bersih dan peningkatan produksi dalam negeri, namun dalam jangka pendek impor menjadi opsi strategis untuk menstabilkan pasar.
Para pengamat industri menilai langkah ini sebagai respons realistis terhadap dinamika geopolitik dan ekonomi global. Dengan mengamankan pasokan melalui kontrak langsung pemerintah, Indonesia dapat menegosiasikan harga yang kompetitif sekaligus menjaga stabilitas ekonomi domestik.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet