LintasWarganet.com – 30 Maret 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa penetapan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akan disesuaikan dengan fluktuasi harga minyak dunia. Menurutnya, mekanisme ini bertujuan menjaga kestabilan fiskal serta menghindari beban subsidi yang berlebihan bagi negara.
Dalam konferensi pers yang digelar baru-baru ini, Bahlil menegaskan bahwa harga BBM subsidi tetap akan dijaga untuk melindungi konsumen berpendapatan rendah, sementara harga BBM nonsubsidi akan mengikuti indeks harga minyak mentah internasional, khususnya Brent dan Dated Brent.
- Harga BBM nonsubsidi akan ditinjau secara berkala, minimal setiap bulan.
- Penyesuaian harga didasarkan pada selisih antara harga pasar internasional dan harga jual domestik yang telah ditetapkan pemerintah.
- Subsidi untuk BBM bersubsidi tetap dipertahankan hingga kebijakan revisi lebih lanjut.
Penyesuaian ini diharapkan dapat menurunkan defisit anggaran yang selama ini dipengaruhi oleh kebijakan subsidi bahan bakar. Pemerintah memperkirakan bahwa dengan mengaitkan harga nonsubsidi pada pasar global, beban subsidi dapat berkurang hingga beberapa triliun rupiah per tahun.
Namun, Bahlil juga mengingatkan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi dapat berdampak pada sektor transportasi dan industri. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi distribusi serta memperluas program kendaraan berbahan bakar alternatif guna mengurangi ketergantungan pada BBM konvensional.
Langkah ini sejalan dengan target pemerintah untuk menurunkan intensitas energi dan menyesuaikan kebijakan energi dengan dinamika pasar global, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi domestik.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet