B50 Akan Digunakan Mulai 1 Juli 2026, Diuji Coba pada Kereta Bogowonto
B50 Akan Digunakan Mulai 1 Juli 2026, Diuji Coba pada Kereta Bogowonto

B50 Akan Digunakan Mulai 1 Juli 2026, Diuji Coba pada Kereta Bogowonto

LintasWarganet.com – 27 April 2026 | Direktorat Jenderal Perhubungan Darat bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan memulai penggunaan bahan bakar campuran B50 pada tanggal 1 Juli 2026. B50 merupakan perpaduan antara bahan bakar minyak solar dan biodiesel dengan perbandingan masing-masing 50 persen.

Uji coba pertama B50 dijadwalkan pada layanan kereta api Bogowonto, yang menghubungkan Jakarta dengan Bandung. Selama fase percobaan, kereta akan beroperasi dengan bahan bakar campuran ini untuk menilai performa mesin, efisiensi konsumsi, serta dampak emisi karbon dibandingkan dengan bahan bakar konvensional.

Beberapa poin penting yang diharapkan tercapai dari penggunaan B50 antara lain:

  • Peningkatan rasio bahan bakar terbarukan dalam sektor transportasi kereta api.
  • Pengurangan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 20‑30 persen per kilometer dibandingkan dengan solar murni.
  • Peningkatan kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan biodiesel lokal yang diproduksi dari sumber nabati seperti kelapa sawit dan jarak.
  • Potensi penurunan biaya operasional jangka panjang akibat diversifikasi sumber energi.

Untuk mendukung implementasi B50, pemerintah telah menyiapkan regulasi standar kualitas biodiesel serta insentif bagi produsen biodiesel dalam negeri. Selain itu, fasilitas penyimpanan dan distribusi bahan bakar di stasiun-stasiun utama juga akan dimodifikasi agar kompatibel dengan karakteristik B50.

Jika hasil uji coba pada Kereta Bogowonto menunjukkan kinerja yang memuaskan, rencana penggunaan B50 akan diperluas ke jaringan kereta api lainnya, termasuk layanan jarak jauh dan kereta listrik yang menggunakan diesel sebagai sumber energi cadangan.

Penggunaan B50 di sektor perkeretaapian diharapkan menjadi langkah strategis dalam upaya Indonesia mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih.