LintasWarganet.com – 23 Juni 2026 | Azzedine Ounahi kembali menjadi sorotan utama ketika tim nasional Maroko bersiap menghadapi Haiti di laga penutup Grup C Piala Dunia 2026. Pemain tengah berusia 23 tahun ini telah menunjukkan kualitas yang mengundang pujian, baik dalam pertandingan grup maupun dalam persiapan pra-turnamen. Peranannya dalam mengendalikan lini tengah menjadi kunci bagi Atlas Lions yang kini menempati posisi kedua dengan empat poin, menyamai pemimpin grup, Brasil.
Perjalanan Ounahi bersama Maroko di Piala Dunia 2026
Sejak pembukaan turnamen, Maroko menampilkan permainan yang disiplin dan menyerang. Pada laga pertama melawan Brasil, tim berhasil menahan lawan kuat itu hingga berakhir imbang 1-1. Ounahi berperan aktif dalam transisi cepat, membantu mengatur ritme permainan dan menciptakan ruang bagi rekan satu timnya. Laga kedua melawan Skotlandia, Maroko mencatat kemenangan tipis 1-0 berkat pertahanan yang kokoh dan serangan balik yang terorganisir—dua aspek yang sering kali dipengaruhi oleh kontribusi Ounahi di lini tengah.
Kualitas Teknis dan Taktik Ounahi
Ounahi dikenal dengan kemampuan menguasai bola, vision yang tajam, serta ketangguhan fisik. Dalam dua pertandingan grup, ia berhasil mencatat beberapa umpan kunci yang membuka celah pertahanan lawan, serta mengeksekusi pressing tinggi untuk merebut kembali bola di zona tengah. Pelatih Hicham Regragui menilai Ounahi sebagai “motor penggerak” yang dapat menyeimbangkan serangan dan pertahanan, serta memberikan fleksibilitas taktis bagi tim.
- Penguasaan Bola: Rata-rata menguasai bola selama 62% waktu pertandingan, lebih tinggi dari rata-rata lini tengah Maroko.
- Umpan Kunci: Mencatat 8 umpan terobosan dalam dua laga grup, menghasilkan tiga peluang gol.
- Pressing: Melakukan rata-rata 14 aksi pressing per pertandingan, membantu tim merebut bola di wilayah lawan.
Laga Penentu: Maroko vs Haiti
Pertandingan melawan Haiti, yang berada di posisi terbawah grup dengan nol poin, menjadi kesempatan emas bagi Maroko untuk memperkuat selisih gol dan memastikan tempat di babak 32 besar. Bagi Ounahi, laga ini menjadi ajang untuk menegaskan perannya sebagai pemain kunci yang dapat mengendalikan tempo pertandingan. Prediksi menunjukkan Maroko akan mendominasi, dengan peluang kemenangan tinggi di atas 80% menurut para pakar.
Haiti, meski telah kembali ke panggung dunia setelah hampir setengah abad, masih menghadapi tantangan besar. Mereka belum mencetak gol dalam dua pertandingan grup, dan harus berjuang keras untuk mencuri poin pertama. Bagi Maroko, fokus utama adalah mencetak lebih dari dua gol, meningkatkan selisih gol, serta menjaga konsistensi defensif yang telah terbukti.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Jika Maroko berhasil mengamankan kemenangan melawan Haiti, Ounahi diprediksi akan melanjutkan peran sentralnya di babak knockout. Tim yang dipimpin oleh Regragui berambisi melaju lebih jauh, menargetkan perempat final sebagai pencapaian realistis. Di sisi lain, tekanan akan semakin besar pada Ounahi untuk mempertahankan performa tinggi, terutama mengingat ekspektasi publik Maroko yang menuntut prestasi lebih baik dibandingkan penampilan di Piala Dunia 2018.
Secara keseluruhan, Azzedine Ounahi menjadi simbol generasi baru sepak bola Maroko—pemuda yang memiliki teknik Eropa, mental juara, dan keinginan kuat untuk mengukir sejarah. Penampilan gemilangnya di grup awal serta potensi besar di laga penutup memberi sinyal kuat bahwa ia siap menjadi salah satu figur utama dalam perjalanan Atlas Lions menuju babak selanjutnya.
Dengan dukungan penuh dari pelatih, rekan setim, dan suporter, Ounahi berpeluang menorehkan prestasi pribadi sekaligus membantu Maroko mengukir kisah sukses di Piala Dunia 2026.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet