Aymeric Laporte Gagal Buka Pintu Gol, Spanyol Tersendat 0-0 Lawan Cape Verde di Piala Dunia 2026
Aymeric Laporte Gagal Buka Pintu Gol, Spanyol Tersendat 0-0 Lawan Cape Verde di Piala Dunia 2026

Aymeric Laporte Gagal Buka Pintu Gol, Spanyol Tersendat 0-0 Lawan Cape Verde di Piala Dunia 2026

LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Stadion Mercedes-Benz di Atlanta menjadi saksi drama tak terduga pada pembukaan Grup H Piala Dunia 2026, ketika tim juara Eropa 2010, Spanyol, harus puas berbagi poin dengan debutan turnamen, Cape Verde. Pertandingan yang dijadwalkan pada 15 Juni 2026 itu berakhir dengan skor 0-0, menandai hasil pertama Spanyol di fase grup tanpa mencetak gol sejak kejuaraan dunia 2002.

Aymeric Laporte, bek tengah asal Athletic Bilbao, menjadi salah satu tokoh utama yang menunggu momen emasnya. Setelah menempati posisi kanan tengah di lini belakang bersama Marcos Llorente, Pau Cubarsi, dan Marc Cucurella, Laporte berperan penting dalam menahan serangan lawan. Namun, pada menit-menit akhir babak pertama, ia menjadi korban tendangan sudut yang diarahkan ke tiang gawang. Bola yang diheading Laporte dengan tenaga kuat mengancam masuk, namun kiper veteran Cape Verde, Vozinha, berhasil menepisnya dengan jari-jarinya tepat di sudut kiri gawang.

Formasi dan Strategi Spanyol

Pelatih Luis de la Fuente menurunkan formasi 4-3-3 dengan Unai Simón sebagai kiper utama. Di lini tengah, trio Rodri, Pedri, dan Fabian Ruiz ditugaskan mengendalikan penguasaan bola serta menyalurkan serangan ke sisi sayap yang diisi oleh Ferran Torres dan Gavi. Mikel Oyarzabal menjadi ujung tombak di lini depan, didukung oleh kecepatan Ferran Torres. Karena pemain muda bintang Lamine Yamal masih dirahasiakan untuk menjaga kebugarannya, Spanyol mengandalkan pengalaman pemain senior.

Strategi Spanyol berfokus pada penguasaan bola dan penekanan pada sisi kanan, namun pertahanan Cape Verde yang disiplin, dipimpin oleh bek veteran Roberto ‘Pico’ Lopes dan Diney, berhasil menahan tekanan tersebut. Lini tengah Cape Verde, yang mengandalkan Jovane Cabral sebagai motor serang, berusaha menciptakan peluang melalui serangan balik cepat, meski tidak berhasil mengancam gawang Spanyol secara signifikan.

Peran Krusial Vozinha

Vozinha, atau Josimar José Evora Dias, berusia 40 tahun, menorehkan penampilan luar biasa dengan tujuh penyelamatan kritis, termasuk satu yang menepis heading Laporte. Penyelamatan tersebut menjadi sorotan utama karena ia menegakkan pertahanan Cape Verde pada saat paling genting menjelang jeda babak pertama. Kiper berusia 40 tahun ini menjadi pemain tertua yang debut di Piala Dunia setelah Essam El Hadary, dan penampilannya menjadi viral, meningkatkan popularitasnya hingga jutaan pengikut di media sosial.

Selain penyelamatan atas Laporte, Vozinha juga menepis tembakan Pedri yang dipotong Marc Cucurella, tembakan Ferran Torres yang memantul dari mistar, serta header Mikel Oyarzabal. Penampilan konsisten tersebut mengubah dinamika pertandingan, membuat Spanyol terpaksa menyesuaikan taktik mereka di babak kedua.

Kesempatan Spanyol di Babak Kedua

Setelah jeda hidrasi, Spanyol berusaha meningkatkan intensitas serangan dengan memperkenalkan Lamine Yamal pada menit ke-87. Meskipun Yamal berhasil memberikan energi segar, ia tidak cukup untuk memecah kebuntuan. Upaya terakhir Spanyol, termasuk serangan melalui Mikel Merino, berujung pada tembakan yang hampir menembus gawang Vozinha, namun kembali dihalau.

Di sisi lain, Cape Verde hampir mencuri kemenangan pada menit-menit akhir pertandingan ketika Dani Borges menanduk bola ke arah gawang Spanyol, namun kiper Unai Simón berhasil menahan bola tersebut.

Hasil 0-0 ini memberikan poin berharga bagi Cape Verde, sekaligus mengirim sinyal kuat bahwa tim debutan ini tidak akan mudah dikalahkan. Bagi Spanyol, hasil ini menjadi peringatan bahwa dominasi penguasaan bola tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir, terutama ketika menghadapi pertahanan yang terorganisir dengan baik.

Ke depan, Spanyol harus segera menemukan cara untuk memecah pertahanan lawan, sementara Cape Verde dapat menumbuhkan kepercayaan diri untuk melanjutkan turnamen dengan langkah positif.