LintasWarganet.com – 12 Mei 2026 | Jakarta – Pada rapat paripurna DPR RI yang berlangsung pada tanggal 26 Mei 2022, Adela Kanasya Adies resmi dilantik menggantikan Adies Kadir sebagai anggota DPR RI untuk periode 2026‑2029. Penggantian ini menandai langkah penting dalam karier politik muda berusia 34 tahun yang kini mewakili fraksi Golkar.
Adela Kanasya tidak hanya dikenal karena pencapaiannya di dunia politik, tetapi juga karena latar belakang keluarganya. Ayahnya, yang baru-baru ini diangkat menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), memberikan sorotan tambahan pada profil publiknya. Kedua peristiwa tersebut menambah dinamika politik di parlemen serta menimbulkan perhatian publik terhadap hubungan antara lembaga yudikatif dan legislatif.
Berikut rangkuman singkat perjalanan politik Adela Kanasya dan perolehan suara yang memperkuat legitimasi penggantiannya:
- Memulai karier politik di tingkat daerah sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat pada tahun 2018.
- Terpilih sebagai calon legislatif Golkar pada pemilu legislatif 2022, menempati posisi teratas dalam susunan calon (Urutan 3).
- Mendapatkan dukungan suara yang signifikan, menempatkannya pada urutan berikutnya untuk mengisi kursi yang kosong setelah pengunduran diri Adies Kadir.
Data perolehan suara kedua tokoh Golkar dapat dilihat pada tabel berikut:
| Nama | Jabatan Sebelumnya | Suara Diperoleh |
|---|---|---|
| Adela Kanasya Adies | Calon DPR Golkar 2022 | 45.672 suara |
| Adies Kadir | Anggota DPR Golkar (periode 2019‑2024) | 48.915 suara |
Penggantian Adela Kanasya ini diharapkan dapat memperkuat posisi Golkar dalam koalisi pemerintahan serta membawa perspektif baru dalam pembahasan regulasi, khususnya yang menyangkut bidang hukum dan keadilan, mengingat latar belakang keluarganya di Mahkamah Konstitusi.
Selain itu, kehadiran Adela di DPR RI diyakini akan menambah variasi gender dalam representasi politik, mengingat proporsi perempuan di parlemen masih berada di bawah 20 persen. Pengamat politik menilai bahwa dinamika keluarga yang memiliki peran strategis di dua pilar utama negara – legislatif dan yudikatif – dapat menjadi contoh sinergi positif bila dijalankan dengan integritas.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet