LintasWarganet.com – 04 April 2026 | PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mempercepat responnya terhadap lonjakan arus kendaraan di pelabuhan penyeberangan Ketapang‑Gilimanuk, Jawa Timur. Peningkatan ini merupakan bagian dari strategi jangka pendek dan jangka panjang untuk menjaga kelancaran transportasi lintas selat Bali‑Jawa.
Berbagai langkah taktis telah diimplementasikan, antara lain penambahan kapal feri, penyesuaian jadwal keberangkatan, serta peningkatan fasilitas terminal. Upaya tersebut dilakukan secara kolaboratif bersama otoritas pelabuhan, kepolisian, dan pihak swasta yang terlibat dalam rantai logistik.
- Penambahan armada: tiga unit feri baru dioperasikan pada rute utama, meningkatkan kapasitas penumpang hingga 1.200 orang per kapal.
- Jadwal fleksibel: frekuensi keberangkatan dinaikkan menjadi setiap 30‑45 menit pada jam sibuk, dengan tambahan layanan malam.
- Peningkatan fasilitas: terminal diperluas, area parkir ditambah, serta sistem tiket digital diintegrasikan untuk meminimalkan antrean.
- Koordinasi lintas sektor: rapat koordinasi harian antara ASDP, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan kepolisian guna memantau kepadatan lalu lintas.
Target utama dari langkah‑langkah ini adalah menurunkan waktu tunggu penumpang dari rata‑rata satu jam menjadi kurang dari 30 menit, serta mengurangi kemacetan di jalur darat menuju pelabuhan. Selain itu, peningkatan layanan diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi regional dengan mempermudah pergerakan barang dan wisatawan.
Manajer Operasional ASDP, Budi Santoso, menyatakan, “Kami berkomitmen menyediakan layanan yang handal dan aman. Kolaborasi dengan stakeholder terkait memungkinkan kami mengoptimalkan sumber daya demi kepuasan pengguna.”
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan penyeberangan Ketapang‑Gilimanuk dapat menjadi contoh penerapan manajemen transportasi yang adaptif dan responsif terhadap dinamika permintaan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet