LintasWarganet.com – 24 Mei 2026 | Puasa Tarwiyah‑Arafah merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan pada hari ke-10 bulan Dzulhijjah, tepat sebelum hari raya Idul Adha. Meskipun tidak wajib, puasa ini memiliki nilai historis dan spiritual yang mendalam bagi umat Islam.
Sejarah singkat
Asal‑usul puasa ini berakar pada praktik Nabi Muhammad SAW yang melaksanakan puasa pada hari Arafah (10 Dzulhijjah) sebelum menunaikan ibadah haji. Pada masa itu, sahabat‑sahabat beliau mengikuti contoh tersebut sebagai bentuk ketaatan dan pengabdian.
Kisah Nabi dan sahabat
Keutamaan dan manfaat
- Mendapat pahala yang setara dengan puasa Ramadhan bila dilaksanakan dengan niat ikhlas.
- Membersihkan hati dan menyiapkan diri secara spiritual menjelang Idul Adha.
- Menambah keutamaan dalam rangkaian ibadah haji bagi yang melaksanakan.
Cara melaksanakan puasa Tarwiyah‑Arafah
- Mulailah sahur sebelum terbit fajar pada hari ke‑9 Dzulhijjah.
- Tahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa hingga matahari terbenam pada hari ke‑10 Dzulhijjah.
- Berbuka dengan makanan ringan atau kurma, kemudian melanjutkan ibadah sunnah seperti shalat malam (qiyam) atau membaca Al‑Qur’an.
Bagi yang tidak mampu berpuasa karena alasan kesehatan atau haid, dianjurkan untuk menggantinya pada hari lain di bulan Dzulhijjah atau pada hari biasa dengan niat puasa sunnah.
Puasa Tarwiyah‑Arafah tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai sarana meningkatkan ketakwaan, meneladani kebiasaan Nabi, serta memperkuat ikatan spiritual umat Muslim menjelang hari raya Idul Adha.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet