LintasWarganet.com – 03 April 2026 | Pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap jembatan tertinggi di Iran sebagai respons atas pernyataan keras Presiden Donald Trump yang mengancam akan mengembalikan ibu kota Tehran ke era batu jika Tehran tidak segera menandatangani perjanjian damai.
Serangan yang dilaporkan terjadi pada sore hari tadi menargetkan struktur megah yang menghubungkan dua distrik utama di selatan negara tersebut. Menurut laporan militer, beberapa bagian jembatan hancur total, menimbulkan kerusakan infrastruktur yang signifikan dan menambah ketegangan di kawasan.
Dalam konferensi pers, Trump menegaskan bahwa “masih banyak lagi target yang akan dihancurkan sampai Iran bersedia bernegosiasi”. Pernyataan tersebut memicu kecemasan di antara kalangan internasional, mengingat potensi eskalasi konflik di Timur Tengah.
Reaksi pemerintah Iran menolak keras tuduhan tersebut dan menyebut serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan. Menteri Pertahanan Iran menambahkan bahwa negara akan memperkuat pertahanan udara serta menyiapkan balasan yang proporsional.
Berbagai negara dan organisasi internasional menyerukan penahanan konflik. Sebuah pernyataan bersama dari Perserikatan Bangsa-Bangsa menekankan pentingnya dialog diplomatik dan mengingatkan akan dampak kemanusiaan yang mungkin timbul.
Berikut rangkaian kronologis singkat peristiwa:
- 09:00 – Presiden Trump mengumumkan ancaman “kembali ke zaman batu” bagi Tehran.
- 11:30 – Pemerintah Iran menolak pernyataan tersebut dan memperingatkan aksi balasan.
- 14:45 – Pesawat tempur US meluncurkan serangan ke jembatan tertinggi Iran.
- 15:20 – Kerusakan signifikan dilaporkan, beberapa kendaraan terperangkap.
- 16:00 – Komunitas internasional mengeluarkan pernyataan menuntut gencatan senjata.
Para analis memperkirakan bahwa ketegangan ini dapat berlanjut selama beberapa minggu, tergantung pada respons diplomatik dan militer masing‑masing pihak. Sementara itu, warga sipil di wilayah sekitar jembatan tersebut menghadapi risiko kehilangan akses transportasi utama dan potensi korban jiwa.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet