Artemis II Sukses Kembali ke Bumi setelah Mengitari Bulan
Artemis II Sukses Kembali ke Bumi setelah Mengitari Bulan

Artemis II Sukses Kembali ke Bumi setelah Mengitari Bulan

LintasWarganet.com – 11 April 2026 | NASA melaporkan bahwa kapsul antariksa Orion yang mengangkut awak misi Artemis II berhasil melakukan pendaratan di Samudra Pasifik, tepatnya di perairan lepas pantai California, Amerika Serikat. Pendaratan ini menandai selesainya perjalanan pertama manusia yang kembali mengorbit Bulan sejak program Apollo berakhir.

Misi Artemis II, yang diluncurkan pada tanggal 20 Desember 2024, menempuh rute mengelilingi Bulan sebelum kembali ke Bumi. Selama perjalanan, kru melakukan serangkaian eksperimen ilmiah dan pengujian sistem kritis yang akan menjadi landasan bagi misi berawak selanjutnya, termasuk Artemis III yang direncanakan akan mendarat di permukaan Bulan.

Tujuan Utama Artemis II

  • Uji coba sistem propulsi dan navigasi Orion pada fase pendaratan kembali.
  • Evaluasi performa ruang angkasa dalam lingkungan mikrogravitasi selama mengorbit Bulan.
  • Pengumpulan data ilmiah mengenai radiasi kosmik dan kondisi lingkungan lunar.
  • Latihan prosedur darurat dan koordinasi antara tim di Bumi dengan kru di ruang angkasa.

Kru Artemis II terdiri dari empat astronot berpengalaman yang menjalankan peran sebagai komandan, pilot, insinyur, dan ilmuwan misi. Selama mengorbit Bulan, mereka melakukan observasi visual, mengoperasikan instrumen ilmiah, serta berkomunikasi secara rutin dengan kontrol misi di Houston.

Proses reentry dimulai dengan manuver pembakaran retrograde yang memperlambat kecepatan kapsul hingga mencapai kecepatan masuk atmosfer. Selama fase ini, sistem panas termal Orion berfungsi dengan baik, melindungi kru dari suhu ekstrem yang dapat mencapai lebih dari 1.600°C. Setelah melewati atmosfer, parasut utama dan parasut pendaratan berhasil dikelola secara otomatis, memungkinkan kapsul mendarat di laut dengan aman.

Tim penyelamatan dari NOAA dan Angkatan Laut AS segera mengevakuasi kru setelah pendaratan, memastikan mereka dalam kondisi baik. Pernyataan resmi NASA menyatakan bahwa misi ini berhasil mencapai semua target teknis dan ilmiah, serta membuka jalan bagi eksplorasi lebih ambisius di masa depan.

Keberhasilan Artemis II tidak hanya menegaskan kembali kemampuan Amerika Serikat dalam program antariksa berawak, tetapi juga menambah momentum kerja sama internasional dalam eksplorasi luar angkasa, mengingat partisipasi mitra seperti Badan Antariksa Eropa (ESA) dan Kanada.