Arsenal Akhiri Penantian 22 Tahun: Dominasi Set‑Piece, Pertahanan Kuat, dan Drama Musim 2025‑26
Arsenal Akhiri Penantian 22 Tahun: Dominasi Set‑Piece, Pertahanan Kuat, dan Drama Musim 2025‑26

Arsenal Akhiri Penantian 22 Tahun: Dominasi Set‑Piece, Pertahanan Kuat, dan Drama Musim 2025‑26

LintasWarganet.com – 21 Mei 2026 | Setelah menunggu selama dua dekade, Arsenal kembali mengangkat trofi Premier League pada akhir musim 2025‑26. Kemenangan ini tidak datang secara kebetulan; ia dibangun atas fondasi pertahanan yang hampir tak tergoyahkan, keunggulan dalam situasi bola mati, serta serangkaian kemenangan krusial yang meneguhkan posisi mereka di puncak klasemen.

Rekam Jejak Arsenal di Musim 2025‑26

Tim Mikel Arteta menutup musim dengan catatan impresif: 28 kemenangan, 6 seri, dan hanya satu kekalahan. Keunggulan mereka terlihat jelas pada statistik bersih, dengan 19 clean sheet – angka tertinggi dalam liga. Pertahanan yang solid dipadukan dengan kontribusi menyerang dari pemain baru seperti Martin Zubimendi, Eberechi Eze, dan Viktor Gyokeres memberikan keseimbangan yang jarang ditemui.

Statistik Kunci dan Rekor Set‑Piece

Arsenal mencatat 68 gol sepanjang kompetisi, di mana 28 gol (sekitar 41%) berasal dari bola mati. Rekor baru tercipta ketika mereka mencetak 18 gol dari corner, melampaui catatan lama Oldham Athletic (1992‑93). Tot­tenham Hotspur, rival sekutu, juga menembus rekor dengan 17 gol dari corner, menegaskan tren taktik yang semakin mengandalkan set‑piece di Premier League.

Lima Pertandingan Penentu

  • Old Trafford (Minggu 1) – Arsenal membuka musim dengan kemenangan 2‑1 atas Manchester United berkat gol kepala Riccardo Calafiori dan kesalahan kiper Altay Bayındır.
  • Manchester City vs Bournemouth (Minggu 33) – Kegagalan City mengamankan tiga poin memberikan Arsenal keunggulan tak terbantahkan.
  • Newcastle United (Minggu 20) – Kemenangan tipis 1‑0 menunjukkan ketangguhan mental di laga tandang.
  • West Ham United (Minggu 24) – Gol tunggal yang dihasilkan dari serangan balik menambah jarak aman di papan atas.
  • Burnley (Minggu 38) – Penutupan musim dengan kemenangan 1‑0 mengamankan gelar tanpa keraguan.

Pemain Kunci dan Nasib di Akhir Musim

Beberapa sosok menjadi sorotan tidak hanya karena kontribusi mereka, tetapi juga karena kemungkinan perpisahan. Gabriel Jesus, yang belum memperpanjang kontrak hingga 2027, diperkirakan akan dipertimbangkan untuk dijual mengingat tekanan pada gajinya. Nicolas Trossard, yang baru berusia 31 tahun dan kontraknya habis pada 2027, juga masuk dalam daftar pemain yang mungkin mencari tantangan baru. Di sisi lain, Viktor Gyokeres dan Kai Havertz kini menempati posisi utama dalam serangan, menandakan pergeseran taktis yang mengurangi peran Gabriel Jesus.

Di lini pertahanan, William Saliba dan Gabriel Magalhães tetap menjadi pilar utama, sementara David Raya memberikan keamanan di bawah mistar gawang. Meskipun beberapa pemain seperti Christian Norgaard dan Ben White berada di luar skuad utama, mereka tetap menjadi opsi cadangan menjelang pertandingan terakhir melawan Crystal Palace.

Keberhasilan Arsenal juga menyoroti kegagalan Liverpool dalam mengoptimalkan investasi pemain baru. Hugo Ekitike, meski mencetak 11 gol sebelum cedera, tidak mampu mengangkat tim kembali ke posisi terdepan. Sementara itu, Manchester City mengakhiri era Guardiola dengan posisi ketiga, menyiapkan transisi kepemimpinan ke Enzo Maresca.

Kesimpulannya, Arsenal tidak hanya merebut gelar berkat kualitas individu, melainkan melalui strategi kolektif yang menitikberatkan pada pertahanan kokoh, eksekusi set‑piece yang presisi, dan konsistensi mental pada momen-momen penting. Dengan fondasi yang kuat, Gunners tampak siap menantang dominasi klub-klub besar lainnya pada musim berikutnya, sekaligus menghadapi dinamika pasar transfer yang akan menentukan susunan skuad di era baru.