Apple Mac Pro Mengakhiri Perjalanan: Apa Artinya Bagi Pengguna Profesional?
Apple Mac Pro Mengakhiri Perjalanan: Apa Artinya Bagi Pengguna Profesional?

Apple Mac Pro Mengakhiri Perjalanan: Apa Artinya Bagi Pengguna Profesional?

LintasWarganet.com – 07 April 2026 | Apple secara resmi menghentikan penjualan Mac Pro, desktop premium yang selama ini menjadi ikon bagi para profesional kreatif. Keputusan ini diumumkan pada akhir pekan melalui halaman resmi Apple.com, di mana produk yang pertama kali diluncurkan pada 2019 kini tidak lagi muncul di daftar penjualan.

Pengumuman Resmi Apple

Tim redaksi melaporkan bahwa Apple mengonfirmasi penghentian produksi dan pemasaran Mac Pro kepada media teknologi 9to5Mac. Tidak ada rencana untuk meluncurkan model pengganti dalam waktu dekat, menandai akhir era salah satu desain paling dikenali dalam sejarah Mac.

Desain Ikonik yang Menggugah

Mac Pro dikenal dengan desain tower unik yang menyerupai “parutan keju” karena pola lubang teratur di bagian depan dan belakangnya. Tinggi unit mencapai 52,9 cm, menjadikannya salah satu desktop terbesar dalam portofolio Apple. Desain ini pertama kali muncul bersamaan dengan monitor profesional Pro Display XDR, menegaskan posisi Apple di pasar workstation kelas atas.

Perjalanan Teknis dan Harga

Versi awal Mac Pro menggunakan prosesor Intel, namun pada 2023 Apple memperkenalkan pembaruan dengan chip M2 Ultra, menandai transisi penuh ke arsitektur Apple Silicon. Meskipun demikian, harga tetap tinggi, sekitar 6.999 dolar AS atau lebih kurang Rp 118 juta, menjadikannya pilihan eksklusif bagi segmen premium.

Mac Studio Mengisi Kekosongan

Seiring dengan penghentian Mac Pro, Apple menyoroti Mac Studio sebagai alternatif utama. Mac Studio dapat dikonfigurasi dengan chip M3 Ultra, CPU hingga 32‑core, GPU hingga 80‑core, memori terpadu hingga 256 GB, dan SSD hingga 16 TB. Secara spesifikasi, Mac Studio bahkan melampaui generasi terakhir Mac Pro, sambil menawarkan desain yang lebih kompak (tinggi hanya 9,5 cm) dan lebih mudah dipindahkan.

Dampak pada Portofolio Desktop Apple

Setelah Mac Pro dihentikan, portofolio desktop Apple tersisa tiga produk: iMac 24 inci, Mac mini, dan Mac Studio. Di sisi laptop, lini yang tersedia meliputi MacBook Neo, MacBook Air, dan MacBook Pro. Penyederhanaan ini mencerminkan strategi Apple untuk menyediakan rangkaian produk yang lebih terarah, mampu melayani berbagai kebutuhan dan rentang harga tanpa mengorbankan performa.

Alasan Penghentian

Beberapa faktor menjadi latar belakang keputusan tersebut. Sejak pembaruan 2023, Mac Pro tidak menerima peningkatan lanjutan, sementara harga tetap premium. Selain itu, persaingan internal dari Mac Studio yang menawarkan performa lebih tinggi dalam paket yang lebih kecil membuat Mac Pro kurang kompetitif. Tidak adanya pembaruan perangkat lunak dan penurunan permintaan juga menjadi pertimbangan.

Reaksi Pasar dan Pengguna

Para profesional yang mengandalkan Mac Pro, terutama di bidang video editing, grafis 3D, dan produksi musik, kini dihadapkan pada pilihan beralih ke Mac Studio atau menunggu produk baru yang mungkin belum diumumkan. Harga tinggi Mac Pro dan ketersediaannya yang semakin terbatas di pasar sekunder menambah tekanan bagi pengguna yang menginginkan solusi jangka panjang.

Secara keseluruhan, penghentian Mac Pro menandai perubahan signifikan dalam strategi Apple untuk segmen profesional. Dengan menitikberatkan pada Mac Studio dan lini laptop terbaru, Apple berupaya mempertahankan dominasi pasar perangkat berperformansi tinggi sambil menyederhanakan rangkaian produknya. Bagi para profesional, transisi ini menuntut penyesuaian, namun juga membuka peluang untuk memanfaatkan teknologi terbaru yang ditawarkan Apple.