Antoine Semenyo Guncang Wembley: Gol Penentu Manchester City Raih FA Cup 2025/2026
Antoine Semenyo Guncang Wembley: Gol Penentu Manchester City Raih FA Cup 2025/2026

Antoine Semenyo Guncang Wembley: Gol Penentu Manchester City Raih FA Cup 2025/2026

LintasWarganet.com – 17 Mei 2026 | Manchester City menorehkan sejarah baru pada 16 Mei 2026 ketika mengangkat trofi FA Cup 2025/2026 setelah mengalahkan Chelsea 1‑0 di Wembley. Kemenangan tipis itu tak lepas dari sentuhan akhir pemain sayap asal Ghana, Antoine Semenyo, yang mencetak satu‑satunya gol pada menit ke‑90. Gol tersebut sekaligus menegaskan peran krusial Semenyo dalam perjalanan City menembus final dan mengukuhkan dirinya sebagai salah satu rekrutan paling berpengaruh musim ini.

Perjalanan Karier Semenyo: Dari Non‑League ke Puncak Premier League

Jejak karier Antoine Semenyo bermula jauh dari sorotan liga elit. Pada 2018, ia muncul dalam debut FA Cup bersama Metropolitan Police FC, sebuah tim amatir yang beroperasi di tingkat non‑league Inggris. Hanya diberi kesempatan tujuh menit melawan Newport County, Semenyo merasakan langsung betapa kompetitifnya turnamen yang memberi kesempatan klub-klub kecil bertemu raksasa.

Setelah beberapa penolakan dari klub-klub top seperti Arsenal, Tottenham, Crystal Palace, dan Millwall, Semenyo akhirnya menemukan jalur kembali lewat pindah ke Swindon pada usia 16 tahun. Di sana, ia mengasah kemampuan di South Gloucestershire and Stroud College dan mendapat bimbingan dari mantan manajer Leeds United, David Hockaday, yang memuji ketangguhan mental sang pemain.

Puncak kebangkitan Semenyo terjadi ketika ia menandatangani kontrak dengan Bournemouth dan pada Januari 2026 pindah ke Manchester City dengan nilai transfer sekitar £65 juta. Meskipun banyak yang meragukan adaptasinya, pemain berusia 26 tahun ini cepat menunjukkan kualitasnya di bawah asuhan Pep Guardiola.

Penampilan Memukau di FA Cup 2025/2026

Dalam kampanye FA Cup musim ini, Semenyo mencatatkan tiga gol dan dua assist. Debutnya bersama City pada putaran ketiga melawan Exeter City di Etihad Stadium menghasilkan gol serta assist pada 64 menit pertama, membantu City mencatatkan kemenangan telak 10‑1.

  • Putaran ketiga vs Exeter City: 1 gol, 1 assist.
  • Perempat final vs Liverpool: 1 gol, 1 assist, termasuk umpan bagi Erling Haaland pada menit 45+2.
  • Final vs Chelsea: 1 gol penentu pada menit ke‑90.

Selain kontribusi mencetak gol, Semenyo juga dikenal dengan kecepatan, dribel tajam, serta kemampuan menciptakan ruang bagi rekan satu tim. Pada perempat final melawan Liverpool, ia memberikan assist bagi Haaland sebelum mencetak gol penutup yang memperlebar selisih menjadi 4‑0. Penampilan konsisten itu membuat Guardiola menaruh kepercayaan penuh pada Semenyo, bahkan memintanya bermain penuh 90 menit di final.

Aspirasi Piala Dunia 2026 Bersama Ghana

Di panggung internasional, Semenyo menjadi salah satu sosok penting timnas Ghana. Menjelang Piala Dunia 2026, ia menegaskan tekad Ghana untuk bersaing di Grup L bersama Inggris, Kroasia, dan Panama. “Kami ingin menunjukkan bahwa Ghana adalah negara top dan dapat mengalahkan tim‑tim besar,” ujar Semenyo dalam pernyataan resmi FIFA pada 17 Mei 2026.

Setelah gagal lolos ke Piala Afrika 2025, Ghana melakukan perombakan struktural, memperkuat staf teknis, dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Semenyo menilai bahwa dukungan publik, fasilitas pelatihan modern, serta pengalaman bermain di Liga Inggris menjadi faktor utama yang meningkatkan kualitas timnas.

Keberhasilan Semenyo di level klub diyakini akan memberikan dorongan mental bagi Ghana. “Bermain melawan teman‑teman klub di Premier League memberi saya kepercayaan diri untuk tampil di panggung dunia,” katanya.

Dengan catatan tiga gol dan dua assist di FA Cup serta peran sentral di timnas, Semenyo kini berada pada puncak kariernya. Keberhasilan Manchester City meraih FA Cup menambah koleksi trofi klub menjadi delapan, menempatkannya sejajar dengan Liverpool, Chelsea, dan Tottenham Hotspur, serta menutup jarak dengan Arsenal (14) dan Manchester United (13).

Ke depan, tantangan baru menanti. City masih mengejar treble domestik dengan Premier League yang belum selesai, sementara Ghana berambisi menembus babak knockout di Piala Dunia. Bagi Semenyo, kedua tujuan tersebut saling melengkapi; prestasi di level klub memberi motivasi tambahan untuk mengangkat bendera Ghana di panggung global.