LintasWarganet.com – 08 April 2026 | Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menolak keras penggunaan mekanisme militer dalam penanganan kasus penyiraman air keras yang menimpa demonstran.
Andrie menambahkan bahwa penggunaan air keras oleh aparat kepolisian telah menimbulkan luka serius pada sejumlah aktivis. Oleh karena itu, ia menuntut agar kasus ini disidangkan secara transparan di pengadilan negeri, sehingga proses hukum dapat dipertanggungjawabkan secara publik.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan Andrie Yunus:
- Penolakan total terhadap mekanisme militer dalam penanganan kasus penyiraman air keras.
- Permintaan agar semua pelaku diproses di peradilan umum yang independen.
- Penekanan pada pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses hukum.
- Seruan untuk menghormati hak asasi manusia dan kebebasan berpendapat.
Reaksi dari pihak kepolisian dan militer masih belum resmi, namun sejumlah organisasi hak asasi manusia mendukung seruan Andrie untuk menegakkan keadilan melalui jalur peradilan sipil.
Kasus ini menambah ketegangan antara aparat keamanan dan kelompok aktivis, sekaligus menjadi sorotan publik mengenai batas penggunaan kekuatan aparat dalam mengatasi protes.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet