LintasWarganet.com – 09 April 2026 | Jakarta, 10 April 2026 – Kondisi kesehatan Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), menunjukkan perbaikan signifikan setelah serangkaian tindakan medis intensif di Rumah Sakit Umum Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Luka bakar yang diderita akibat penyiraman air keras oleh sekelompok prajurit TNI pada 12 Maret 2026 kini berada dalam tahap penyembuhan yang stabil, sementara proses pemulihan mata diperkirakan memerlukan waktu empat hingga enam bulan.
Perbaikan Luka Bakar melalui Cangkok Kulit
Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, menjelaskan bahwa sebagian besar area luka bakar telah ditangani dengan prosedur tandur atau cangkok kulit. Pada 7 April 2026, Andrie menjalani operasi lanjutan untuk membersihkan jaringan kulit mati di area leher belakang, disertai cangkok kulit tambahan guna mempercepat proses penyembuhan. Hasil evaluasi klinis menunjukkan bahwa luka bakar kini berada dalam fase penyembuhan yang baik, dengan tidak ada tanda infeksi atau komplikasi serius.
Penanganan Mata yang Teliti
Bagian mata menjadi tantangan tersendiri. Tim oftalmologi RSCM menutup bola mata menggunakan jaringan selaput (tenon dan konjungtiva) serta menjahit sementara kelopak mata untuk melindungi struktur mata. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) mengonfirmasi bahwa dinding bagian belakang bola mata tetap utuh. Penutupan mata direncanakan selama empat sampai enam bulan, dengan evaluasi USG berkala untuk memantau perkembangan jaringan dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Dukungan Psikologis dan Multidisiplin
Selain penanganan fisik, tim medis memberikan pendampingan psikologis secara rutin kepada Andrie dan keluarganya. Kondisi psikologis korban dipantau oleh psikiater dan psikolog, yang mencatat tidak ada tanda gangguan serius. Andrie dilaporkan tetap kooperatif, adaptif, dan menunjukkan optimisme realistis terhadap proses pemulihan.
LPSK Turun Tangan, Pastikan Biaya Perawatan Tertanggung
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) secara aktif mendampingi Andrie selama proses perawatan. LPSK berkoordinasi dengan RSCM untuk memastikan semua prosedur medis, termasuk operasi cangkok kulit, perawatan mata, dan layanan psikologis, mendapat pembiayaan yang memadai. Pihak LPSK juga mengawasi alokasi dana bantuan hukum dan medis, sehingga beban biaya tidak memberatkan korban atau keluarganya. Dalam pernyataannya, perwakilan LPSK menegaskan komitmen lembaga untuk melindungi hak korban serta menegakkan transparansi dalam penggunaan dana bantuan.
Reaksi Masyarakat dan Ajakan Tenang
Aksi solidaritas doa bersama yang digelar di depan Kantor Komnas HAM pada 17 Maret 2026 menunjukkan dukungan luas masyarakat terhadap Andrie Yunus. Aktivis menyalakan lilin, memanjatkan doa, dan menuntut keadilan bagi korban. Sementara itu, RSCM mengimbau publik untuk tetap tenang, mempercayakan penanganan medis kepada tenaga profesional, dan tidak menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan kepanikan.
Secara keseluruhan, perkembangan kesehatan Andrie Yunus menunjukkan tren positif berkat kolaborasi antara rumah sakit, tim medis multidisiplin, serta lembaga pendamping LPSK. Meskipun proses penyembuhan mata masih memerlukan waktu, dukungan medis dan psikologis yang berkelanjutan diharapkan memungkinkan korban kembali beraktivitas secara normal setelah pemulihan selesai.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet