Ambisi Bayu Skak Menyatukan Kisah Alien dan Drama Keluarga Madura
Ambisi Bayu Skak Menyatukan Kisah Alien dan Drama Keluarga Madura

Ambisi Bayu Skak Menyatukan Kisah Alien dan Drama Keluarga Madura

LintasWarganet.com – 17 Juni 2026 | Sutradara Bayu Skak bersama produser eksekutif Sinemart, David Setiawan Suwarto, mengumumkan dimulainya produksi film baru yang menggabungkan unsur fiksi ilmiah tentang alien dengan latar drama keluarga khas Madura.

Proyek ini menjadi terobosan bagi perfilman Indonesia karena mencoba memadukan dua genre yang jarang bersinggungan: sci‑fi luar angkasa dan kisah tradisional yang sarat nilai kearifan lokal. Bayu Skak menjelaskan bahwa inspirasi utama datang dari keinginannya menampilkan keanehan pertemuan dua dunia—sebuah makhluk asing yang tiba secara tak terduga di sebuah desa pantai Madura, dan bagaimana keluarga setempat menanggapi fenomena tersebut dengan campuran rasa takut, rasa ingin tahu, serta nilai kekeluargaan yang kuat.

David Setiawan Suwarto menambahkan bahwa sinematografi film ini akan menonjolkan keindahan alam Pulau Madura, mulai dari pantai berpasir putih hingga rumah tradisional dengan atap ijuk. Sementara efek visual akan dikerjakan oleh tim VFX berpengalaman yang sebelumnya terlibat dalam produksi film aksi berskala internasional, memastikan tampilan alien terasa kredibel namun tetap selaras dengan estetika lokal.

  • Penokohan utama: Aktor-aktor ternama akan memerankan anggota keluarga Madura yang beragam, mulai dari kepala keluarga, anak remaja, hingga kakek yang memegang tradisi lisan.
  • Karakter alien: Diciptakan secara orisinal tanpa meniru desain populer, menonjolkan bentuk yang menggabungkan unsur laut dan daratan, mencerminkan lingkungan pesisir Madura.
  • Penggarapan musik: Komposer lokal akan menggabungkan alat musik tradisional Madura seperti saronen dengan synth futuristik untuk menambah atmosfer dualitas dunia.

Jadwal produksi direncanakan berlangsung selama tiga bulan, dengan lokasi utama di Kabupaten Sumenep. Tim produksi juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menampilkan kebudayaan Madura secara otentik, termasuk adat istiadat, bahasa, dan kuliner khas.

Film ini dijadwalkan rilis pada akhir 2024 dan diharapkan dapat menarik penonton lintas generasi—dari pecinta sci‑fi hingga penikmat drama keluarga. Bayu Skak menutup pernyataannya dengan harapan film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga membuka dialog tentang bagaimana budaya lokal dapat beradaptasi dengan perubahan global yang cepat.