Alumni UNSOED Berperan Aktif dalam Pengembangan Pendidikan Dasar dan Kebijakan Nasional
Alumni UNSOED Berperan Aktif dalam Pengembangan Pendidikan Dasar dan Kebijakan Nasional

Alumni UNSOED Berperan Aktif dalam Pengembangan Pendidikan Dasar dan Kebijakan Nasional

LintasWarganet.com – 21 Juni 2026 | Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) kembali mencuat dalam sorotan publik setelah sejumlah alumninya menunjukkan kontribusi signifikan di bidang pendidikan dasar dan kebijakan pembangunan nasional. Keterlibatan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNSOED dalam acara wisuda Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Huda Tegalsambi, Jepara, menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam menyiapkan lulusan yang siap mengabdi pada masyarakat.

Wisuda MI Miftahul Huda Tegalsambi: Simbol Kolaborasi Pendidikan Agama dan Sekuler

Pada Sabtu, 20 Juni 2026, Camat Tahunan Jepara, Muadz, S.Sos., MH., hadir dalam upacara pelepasan siswa kelas VI serta wisuda tahfidz di MI Miftahul Huda Tegalsambi. Acara tersebut tidak hanya menampilkan prestasi akademik dan hafalan Al‑Qur’an para siswa, tetapi juga menjadi ajang interaksi antara pejabat daerah, tokoh agama, dan alumni universitas.

Muadz, yang pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Modern Gontor, menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual. Ia memuji MI Miftahul Huda Tegalsambi karena berhasil meraih rata‑rata tes kemampuan akademik (TKA) tertinggi di Kecamatan Tahunan. Dalam sambutannya, Muadz menyinggung pengalaman pribadinya sebagai alumni FISIP UNSOED, menegaskan bahwa pendidikan dasar merupakan pondasi penting bagi tumbuh kembang anak serta menumbuhkan generasi yang berakhlak mulia.

Peran Alumni UNSOED dalam Penguatan Pendidikan Agama

Alumni UNSOED yang hadir pada acara tersebut menambahkan perspektif akademik dan kebijakan publik. Mereka menekankan perlunya peningkatan hafalan Al‑Qur’an serta praktik muraja’ah dan muthala’ah secara konsisten, sehingga generasi muda tidak hanya menguasai juz 30 tetapi seluruh 30 juz.

Selain itu, KH. Mahbub Junaidi, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Tegalsambi, menyampaikan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak agar shalih dan shalihah. Ia menyoroti bahwa pendidikan agama dan akhlaqul karimah harus menjadi fondasi, sementara pendidikan umum disesuaikan dengan minat dan bakat anak. Pernyataan ini sejalan dengan visi UNSOED yang menekankan integrasi nilai-nilai moral dalam kurikulum pendidikan tinggi.

Kontribusi UNSOED dalam Kebijakan Nasional

Di luar lingkup pendidikan dasar, alumni UNSOED juga tampak aktif dalam arena kebijakan nasional. Beberapa tokoh kampus baru-baru ini terlibat dalam program kunjungan kerja yang diprakarsai oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang menargetkan daerah‑daerah seperti Ende, Gorontalo, dan Papua. Program tersebut bertujuan memperkuat pengawasan serta penyempurnaan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Para mahasiswa yang dipilih untuk ikut serta dalam kunjungan kerja tersebut banyak berasal dari UNSOED, khususnya program studi kebijakan publik dan ilmu politik. Mereka diminta untuk mengamati kondisi lapangan secara langsung, mengidentifikasi tantangan implementasi kebijakan, serta melaporkan temuan kepada pemerintah. Langkah ini dianggap sebagai upaya mengurangi kesenjangan informasi antara masyarakat dan pemerintah, sekaligus memberikan pengalaman praktis bagi generasi muda.

Statistik Lulusan MI Miftahul Huda Tegalsambi dan Implikasinya

  • Jumlah lulusan tahun ajaran 2025‑2026: 31 anak
  • Jumlah lulusan tahfidz: 26 anak
  • Rata‑rata nilai TKA tertinggi di Kecamatan Tahunan

Data tersebut mengindikasikan bahwa institusi pendidikan dasar di Jepara berhasil menciptakan sinergi antara prestasi akademik dan spiritual. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan alumni UNSOED yang memberikan motivasi dan arahan strategis.

Harapan Kedepan dan Penutup

Dengan semakin banyaknya alumni UNSOED yang berperan di tingkat lokal maupun nasional, harapan akan terciptanya jaringan kolaboratif antara perguruan tinggi, lembaga keagamaan, dan pemerintah semakin kuat. Keterlibatan mereka dalam program-program pendidikan dasar serta kebijakan pembangunan menunjukkan bahwa UNSOED tidak hanya menghasilkan akademisi, melainkan juga pemimpin yang peduli pada kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, universitas diharapkan dapat memperluas program kemitraan dengan madrasah, pondok pesantren, dan lembaga pemerintah, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang holistik. Langkah ini selaras dengan visi UNSOED untuk menjadi pusat unggulan dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berintegritas, kompeten, dan berorientasi pada pelayanan publik.