LintasWarganet.com – 14 Juni 2026 | Penjaga gawang Brasil, Alisson Becker, kembali menjadi sorotan utama setelah mengumumkan absen dari beberapa laga Liverpool demi persiapan Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut menimbulkan protes di antara pendukung The Reds, namun sekaligus menegaskan komitmen sang kiper terhadap timnas Selecao. Di turnamen internasional, Alisson menunjukkan ketangguhan dengan menyelamatkan satu poin penting bagi Brasil melawan Maroko.
Absensi di Liverpool: Strategi atau Kontroversi?
Pada musim 2025/2026, Alisson melewatkan sembilan dari sepuluh pertandingan Liga Primer Inggris. Ia juga tidak bermain dalam dua leg perempat final Liga Champions melawan Paris Saint‑Germain akibat cedera hamstring. Meskipun sempat kembali pada laga akhir melawan Brentford, Alisson mengaku bahwa sebagian besar absen merupakan bagian dari persiapan intensif menuju Piala Dunia. “Saya tahu bahwa saya berada di jalur yang benar,” ujarnya dalam wawancara dengan media Brasil, menegaskan bahwa fokus utama kini adalah kebugaran optimal untuk turnamen global.
Penampilan di Piala Dunia: Tembok Brasil melawan Maroko
Laga pembuka Grup C di New York/New Jersey Stadium pada 16 Juni 2026 berakhir imbang 1‑1. Maroko unggul dulu lewat chip Ismael Saibari pada menit ke‑21, namun Alisson berhasil menahan tekanan serangan Brasil dan tidak mengizinkan gol lanjutan. Pada menit ke‑32, Vinícius Júnior menyamakan kedudukan, dan Alisson kembali menegakkan garis gawang dengan beberapa penyelamatan krusial di babak kedua. Penampilannya menjadi faktor utama Brasil mampu mengamankan satu poin dalam pembukaan turnamen.
Pujian untuk Carlo Ancelotti: Dampak Positif pada Timnas
Beberapa hari menjelang pertandingan melawan Maroko, Alisson memberikan pujian terbuka kepada pelatih Italia, Carlo Ancelotti. Ia menilai perubahan atmosfer tim sejak kedatangan Ancelotti sebagai “perubahan signifikan” yang menciptakan ketenangan dan fokus tanpa kontroversi. “Dia adalah seorang pemenang sejati, dan semangatnya terasa di seluruh skuad,” kata Alisson dalam pernyataan yang dilaporkan Daily Mail. Pujian tersebut menegaskan peran penting Ancelotti dalam menyiapkan Brasil untuk kompetisi terbesar.
Reaksi Fans Liverpool dan Spekulasi Transfer
Pengakuan Alisson tentang absennya menimbulkan kemarahan di antara suporter Liverpool. Banyak yang menilai keputusan tersebut sebagai pengkhianatan terhadap klub, mengingat peran penting kiper berusia 33 tahun dalam meredam serangan lawan selama beberapa musim. Situs off‑side Liverpool bahkan menyebut kemungkinan kepindahan Alisson ke Juventus atau klub Italia lain sebagai “kemungkinan besar” setelah Piala Dunia berakhir. Namun, Alisson menegaskan niatnya tetap berjuang untuk Liverpool selama sisa kontrak, sambil menunggu keputusan manajer baru Andoni Iraola mengenai pilihan kiper pengganti.
Statistik Singkat Musim Ini
- Jumlah pertandingan yang dilewatkan Alisson di Liga Primer: 9 dari 10 laga.
- Jumlah penyelamatan krusial di Piala Dunia: 4 (termasuk satu pada menit 55 melawan Maroko).
- Usia pemain: 33 tahun.
- Poin yang diperoleh Brasil dari pertandingan pembuka: 1 poin.
Dengan tiga penampilan Piala Dunia di belakangnya (2018, 2022, 2026), Alisson menargetkan rekor yang sama dengan legenda Brasil seperti Claudio Taffarel dan Gilmar. Kesempatan untuk mengangkat trofi dunia kembali menjadi motivasi utama, sekaligus menambah tekanan pada dirinya untuk kembali ke performa puncak bersama Liverpool di sisa musim Premier League.
Secara keseluruhan, keputusan Alisson untuk memprioritaskan persiapan internasional menimbulkan perdebatan hangat, namun hasil di lapangan menunjukkan bahwa strategi tersebut memberikan hasil yang diharapkan. Jika Brasil berhasil melaju lebih jauh di turnamen, nama Alisson akan kembali dipuji tidak hanya oleh suporter Brasil, tetapi juga oleh para penggemar Liverpool yang menantikan kembalinya sang penjaga gawang ke formasi utama.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet