Akademisi: Festival Pawai Paskah di Kupang Dorong Pariwisata dan UMKM
Akademisi: Festival Pawai Paskah di Kupang Dorong Pariwisata dan UMKM

Akademisi: Festival Pawai Paskah di Kupang Dorong Pariwisata dan UMKM

LintasWarganet.com – 08 April 2026 | Festival Pawai Paskah Pemuda GMIT yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur, kembali menjadi sorotan utama setelah berhasil menarik perhatian baik penduduk lokal maupun wisatawan dari luar daerah. Acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut menampilkan rangkaian budaya tradisional, pertunjukan musik, tarian, serta pameran produk UMKM setempat.

Dr. Roland E. Fanggidae, akademisi Universitas Undana Kupang, menilai festival ini tidak sekadar perayaan keagamaan, melainkan menjadi katalisator penting bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah. Menurutnya, sinergi antara institusi pendidikan, organisasi pemuda, dan pelaku usaha mikro menumbuhkan ekosistem yang lebih resilient.

Berikut beberapa poin penting yang diidentifikasi oleh Dr. Fanggidae terkait dampak festival:

  • Peningkatan kunjungan wisatawan: Diperkirakan lebih dari 5.000 wisatawan domestik dan internasional hadir, meningkatkan okupansi hotel hingga 25% selama periode acara.
  • Pendorong penjualan UMKM: Pedagang lokal yang menjual kerajinan tangan, pakaian batik, dan kuliner tradisional melaporkan kenaikan omzet rata-rata 30% dibandingkan bulan biasa.
  • Pengenalan budaya lokal: Parade menampilkan kostum tradisional Manggarai, Sikka, dan Timor, memperkuat identitas budaya NTT di mata pengunjung.
  • Pengembangan sumber daya manusia: Mahasiswa dan pelajar terlibat langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, serta promosi, memberikan pengalaman praktis di bidang manajemen acara dan pemasaran.

Selain manfaat ekonomi, Dr. Fanggidae menekankan pentingnya pelestarian nilai-nilai kebudayaan melalui festival. “Setiap elemen dalam pawai—dari musik tradisional hingga kerajinan tangan—adalah cermin kekayaan budaya kita. Jika tidak dipertahankan, potensi tersebut akan tergerus oleh arus modernisasi yang cepat,” ujar beliau.

Untuk memastikan dampak positif berkelanjutan, pihak penyelenggara berencana melakukan evaluasi pasca acara, termasuk survei kepuasan wisatawan, analisis penjualan UMKM, dan penilaian media exposure. Hasil evaluasi akan menjadi dasar perbaikan dan pengembangan festival menjadi agenda tahunan yang lebih terstruktur.

Dengan dukungan pemerintah daerah, sponsor korporat, dan partisipasi aktif komunitas, Festival Pawai Paskah diharapkan menjadi magnet baru bagi pariwisata NTT, sekaligus memperkuat ekonomi mikro melalui pemberdayaan UMKM setempat.