Ahli: Paradigma pertahanan negara mengalami transformasi besar
Ahli: Paradigma pertahanan negara mengalami transformasi besar

Ahli: Paradigma pertahanan negara mengalami transformasi besar

LintasWarganet.com – 17 Juni 2026 | Yusuf R. Hakim, pakar geopolitik dan media, mengungkapkan bahwa cara Indonesia memandang pertahanan negara sedang mengalami perubahan signifikan. Menurutnya, pergeseran paradigma ini dipengaruhi oleh dinamika keamanan regional, kemajuan teknologi, serta perubahan pola ancaman yang semakin kompleks.

Beberapa poin utama yang disorot antara lain:

  • Pergeseran fokus: Dari strategi pertahanan konvensional berorientasi pada perang konvensional, kini lebih menekankan pada keamanan siber, intelijen, dan perang asimetris.
  • Integrasi teknologi: Penggunaan sistem persenjataan berbasis jaringan, drone, serta kecerdasan buatan menjadi bagian integral dalam perencanaan operasional.
  • Kolaborasi lintas sektoral: Kementerian Pertahanan, TNI, serta lembaga sipil dan swasta semakin berkoordinasi dalam merespons ancaman non‑militer seperti bencana alam dan krisis energi.
  • Kebijakan pertahanan berkelanjutan: Penekanan pada kemandirian industri pertahanan domestik dan pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan riset.

Hakim menambahkan bahwa transformasi ini menuntut adaptasi cepat dari semua pemangku kepentingan. Tanpa dukungan yang kuat dari pemerintah dan masyarakat, upaya modernisasi pertahanan dapat terhambat.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat aliansi regional, khususnya dalam kerangka ASEAN dan Indo‑Pacific, untuk mengatasi tantangan bersama seperti persaingan geostrategis dan ancaman maritim.

Dengan paradigma baru ini, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kesiapan operasionalnya sekaligus menjaga kedaulatan wilayah secara lebih efektif di era yang semakin dinamis.