Ahli: Banyak orang tetap ingin terlihat mapan demi “Join the Club”

LintasWarganet.com – 09 Mei 2026 | Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia, mengungkapkan bahwa banyak warga Indonesia masih berusaha menampilkan citra kemakmuran meski kondisi keuangan mereka belum stabil. Menurutnya, dorongan tersebut muncul dari kebutuhan psikologis untuk diterima dalam kelompok sosial yang dianggap prestisius.

Fenomena ini disebutnya sebagai “Join the Club”, yaitu keinginan kuat untuk bergabung dan tampak sejajar dengan orang‑orang yang dianggap berhasil. Beberapa faktor yang memicu perilaku ini antara lain:

  • Perbandingan sosial: Individu cenderung menilai diri mereka berdasarkan standar hidup orang lain yang terlihat lebih mapan.
  • Tekanan media sosial: Platform digital menampilkan momen kebahagiaan dan kemewahan secara selektif, sehingga menimbulkan rasa kurang bila tidak dapat menirunya.
  • Kebanggaan keluarga dan lingkungan: Dalam budaya Indonesia, status ekonomi sering dikaitkan dengan kehormatan keluarga.
  • Kebutuhan keamanan emosional: Memiliki tampilan mapan dianggap memberi rasa aman dan mengurangi stigma kemiskinan.

Prof. Aji Purwanto menekankan bahwa meski keinginan tersebut wajar, ada risiko terselubung. Upaya terus‑menerus menampilkan kemakmuran dapat menimbulkan beban finansial, memicu utang konsumtif, dan menurunkan kesejahteraan psikologis. Ia menyarankan agar masyarakat lebih menilai diri berdasarkan nilai‑nilai intrinsik seperti integritas, kontribusi sosial, dan keseimbangan hidup, bukan semata‑mata simbol materi.

Selain itu, ia mengajak pembuat kebijakan untuk menciptakan program edukasi keuangan yang menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang dan mengurangi stigma terhadap kelompok ekonomi menengah ke bawah. Dengan demikian, tekanan untuk “bermain” dalam klub yang eksklusif dapat berkurang, membuka ruang bagi masyarakat untuk hidup lebih realistis dan bahagia.