Adopsi QRIS di Bengkulu Meningkat, Transaksi Tumbuh 28 Persen

LintasWarganet.com – 16 April 2026 | Bank Indonesia melaporkan peningkatan signifikan dalam penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di Provinsi Bengkulu. Pada kuartal terakhir, volume transaksi yang menggunakan QRIS mencatat pertumbuhan sebesar 28 persen dibandingkan target yang telah ditetapkan.

Lonjakan ini mencerminkan percepatan digitalisasi pembayaran di daerah, terutama di sektor ritel, restoran, dan layanan publik. Sejumlah pedagang kecil hingga menengah telah beralih dari metode pembayaran konvensional ke QRIS karena kemudahan integrasi dan biaya transaksi yang lebih rendah.

  • Jumlah merchant yang terdaftar QRIS di Bengkulu meningkat sekitar 15 persen dalam enam bulan terakhir.
  • Transaksi harian rata-rata naik dari Rp 1,2 miliar menjadi Rp 1,54 miliar.
  • Persentase transaksi non-tunai secara keseluruhan di provinsi tersebut naik menjadi 42 persen.

Bank Indonesia menilai bahwa dukungan kebijakan, seperti insentif pajak bagi usaha yang mengadopsi QRIS dan kampanye edukasi bagi konsumen, berperan penting dalam mendorong adopsi ini. Selain itu, kerjasama dengan bank-bank lokal serta fintech memperluas jaringan terminal pembayaran, memudahkan konsumen di wilayah pedesaan.

Para pelaku ekonomi setempat menyambut baik tren ini. Menurut salah satu pengusaha warung kopi di Bandar Lampung, penggunaan QRIS mempercepat proses pembayaran dan mengurangi kebutuhan akan uang tunai, yang sering kali menimbulkan risiko keamanan.

Ke depan, Bank Indonesia berencana meningkatkan target adopsi QRIS di seluruh Indonesia, dengan fokus pada provinsi-provinsi yang masih memiliki tingkat penetrasi digital rendah. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat inklusi keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis digital.