54 Tahun Mengabdi, STIESIA Surabaya Tegaskan Peran Strategis: Mahfud MD Bongkar Kunci Masa Depan Tata Kelola Bangsa
54 Tahun Mengabdi, STIESIA Surabaya Tegaskan Peran Strategis: Mahfud MD Bongkar Kunci Masa Depan Tata Kelola Bangsa

54 Tahun Mengabdi, STIESIA Surabaya Tegaskan Peran Strategis: Mahfud MD Bongkar Kunci Masa Depan Tata Kelola Bangsa

LintasWarganet.com – 30 April 2026 | STIESIA Surabaya merayakan Dies Natalis ke-54 dengan menggelar serangkaian kegiatan akademik, di antaranya kuliah tamu yang dibawakan oleh Mahfud MD, Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia. Acara ini menjadi momentum penting bagi institusi untuk menegaskan kembali peran strategisnya dalam pengembangan tata kelola nasional serta visi masa depan bangsa.

Dalam pidatonya, Mahfud MD menyoroti pentingnya rekonstruksi tata kelola negara yang berlandaskan pada prinsip keadilan, transparansi, dan partisipasi publik. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi, terutama yang berfokus pada ilmu sosial dan hukum, memiliki tanggung jawab ganda: menghasilkan lulusan yang kompeten serta menjadi pusat pemikiran yang mampu memberi masukan kebijakan yang konstruktif.

Mahfud MD menguraikan tiga kunci utama yang harus dioptimalkan untuk memperkuat tata kelola bangsa:

  1. Pembaruan regulasi: Meninjau kembali undang‑undang yang sudah usang agar selaras dengan dinamika sosial‑ekonomi modern.
  2. Peningkatan akuntabilitas lembaga: Memperkuat mekanisme pengawasan internal dan eksternal, termasuk peran lembaga anti‑korupsi.
  3. Partisipasi masyarakat: Mendorong keterlibatan warga dalam proses pembuatan kebijakan melalui platform digital dan forum publik.

Mahfud MD juga menyinggung tantangan global, seperti perubahan iklim dan digitalisasi, yang menuntut adaptasi kebijakan yang cepat dan berkelanjutan. Ia mengajak STIESIA Surabaya untuk memperluas riset interdisipliner, khususnya di bidang kebijakan publik, hukum tata negara, dan manajemen pemerintahan.

Direktur STIESIA Surabaya, Dr. Ir. H. Yudi Wahyudi, S.Sos., M.Si., menyambut baik masukan tersebut dan menyatakan komitmen institusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kerjasama dengan pemerintah, serta menambah program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. Ia menambahkan bahwa perayaan Dies Natalis ke-54 bukan sekadar peringatan usia, melainkan kesempatan untuk meninjau kembali pencapaian, mengidentifikasi tantangan, dan menetapkan agenda strategis ke depan.

Acara kuliah tamu diakhiri dengan sesi tanya‑jawab interaktif, di mana para mahasiswa dan dosen mengajukan pertanyaan mengenai implementasi kebijakan, peran lembaga negara, serta cara memperkuat integritas dalam birokrasi. Diskusi tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi praktis, antara lain pembentukan kelompok kerja lintas‑fakultas untuk meneliti reformasi birokrasi dan penyusunan modul pembelajaran berbasis kasus nyata.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen terhadap layanan publik, STIESIA Surabaya berharap dapat terus menjadi agen perubahan yang berkontribusi pada pembangunan tata kelola bangsa yang lebih baik.