LintasWarganet.com – 14 Mei 2026 | Iran terus memperkuat retorika militer terhadap Uni Emirat Arab (UEA) dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah Tehran menegaskan bahwa serangan terhadap negara tetangga itu tidak akan berhenti, apalagi jika Amerika Serikat dan Israel tetap melanjutkan operasi militer di wilayah tersebut.
Berikut lima alasan utama yang menjadi landasan kebijakan agresif Iran terhadap UEA:
- Sarang Zionis – Pemerintah Iran menuduh UEA menjadi tempat perlindungan dan logistik bagi Israel, termasuk fasilitas komunikasi dan penyimpanan senjata yang dianggap mengancam keamanan Iran.
- Kerjasama Militer dengan AS – UEA telah menandatangani perjanjian pertahanan dengan Amerika Serikat, sehingga Tehran menganggap negara itu sebagai perpanjangan tangan militer barat di Teluk Persia.
- Persaingan Ekonomi – Kedua negara bersaing dalam proyek energi, pelabuhan, dan investasi di kawasan, yang menimbulkan ketegangan ekonomi dan geopolitik.
- Dukungan Terhadap Koalisi Arab – UEA aktif dalam blok koalisi yang menentang pengaruh Iran di Timur Tengah, termasuk partisipasinya dalam operasi militer melawan kelompok yang didukung Tehran.
- Terlibat dalam “Perang 40 Hari” – Tehran mengklaim bahwa UEA berperan dalam konflik militer yang berlangsung selama 40 hari antara pasukan pro‑Iran dan koalisi internasional, sehingga menambah beban permusuhan.
Iran menegaskan bahwa bila Amerika Serikat dan Israel tidak menghentikan tindakan ofensif mereka, serangan balasan terhadap UEA akan semakin kuat. Pemerintah Tehran menambahkan bahwa mereka siap meningkatkan operasi cyber, intelijen, dan kemungkinan serangan konvensional guna melindungi kepentingan strategisnya.
Pengamat internasional memperingatkan bahwa eskalasi ini dapat memperparah ketegangan di Teluk Persia, menambah risiko konflik lebih luas yang melibatkan banyak negara di kawasan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet