LintasWarganet.com – 22 Juni 2026 | Iran terus memperkuat posisi geopolitiknya dengan memanfaatkan dinamika konflik antara Israel dan Lebanon selatan. Seorang analis pertahanan, Wolfgang Puszta, menyoroti bagaimana Tehran berupaya memecah aliansi lama antara Amerika Serikat dan Israel, menjadikan Lebanon sebagai instrumen utama strategi tersebut.
- Pengaruh Militer melalui Hezbollah: Iran menyediakan dukungan logistik, keuangan, dan persenjataan kepada Hezbollah, kelompok militan yang berbasis di Lebanon, yang dapat menimbulkan ketegangan langsung dengan Israel.
- Strategi Propaganda dan Disinformasi: Tehran menyebarkan narasi yang menuduh Amerika Serikat terlibat dalam agresi terhadap wilayah Lebanon, sehingga menumbuhkan sentimen anti‑AS di kalangan publik Lebanon.
- Eksploitasi Krisis Ekonomi: Dengan menekan ekonomi Lebanon melalui sanksi tidak langsung dan kontrol atas arus keuangan, Iran menciptakan ketergantungan yang memaksa pemerintah Lebanon untuk mengadopsi kebijakan yang selaras dengan kepentingan Tehran.
- Penggunaan Jalur Diplomatik Terselubung: Iran memanfaatkan pertemuan regional dan jaringan diplomatik non‑resmi untuk memediasi konflik antara pihak‑pihak terkait, sekaligus memperkuat posisinya sebagai mediator yang tak terduga.
- Manuver Politik Internal Israel: Dukungan Iran terhadap kelompok oposisi di Israel memperparah perpecahan internal, mengalihkan fokus Israel dari ancaman eksternal ke dinamika politik domestik.
Dengan memanfaatkan kombinasi kekuatan militer, diplomasi rahasia, dan operasi informasi, Iran berupaya menurunkan kohesi aliansi strategis antara Amerika Serikat dan Israel. Lebanon, sebagai negara yang berada di antara dua kekuatan besar, menjadi medan utama bagi Tehran untuk mengimplementasikan taktik‑taktik tersebut.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet