3 Proyek Panas Bumi PGE Masuk Green Book 2026, Peroleh Pendanaan USD 477,87 Juta
3 Proyek Panas Bumi PGE Masuk Green Book 2026, Peroleh Pendanaan USD 477,87 Juta

3 Proyek Panas Bumi PGE Masuk Green Book 2026, Peroleh Pendanaan USD 477,87 Juta

LintasWarganet.com – 05 Juni 2026 | Perusahaan energi Indonesia, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), berhasil menempatkan tiga proyek panas bumi dalam Green Book 2026, sebuah katalog investasi yang menghubungkan proyek energi terbarukan dengan pendanaan internasional. Total dana yang berhasil diamankan mencapai USD 477,87 juta, yang diharapkan akan mempercepat pengembangan kapasitas energi bersih nasional.

Berikut adalah rangkuman tiga proyek yang masuk dalam Green Book:

  • Proyek A (Panas Bumi Baturaja): Kapasitas terpasang 200 MW, berlokasi di Sumatera Selatan. Proyek ini menargetkan penyelesaian fase konstruksi pada akhir 2027.
  • Proyek B (Panas Bumi Dieng): Kapasitas 150 MW, terletak di Jawa Tengah. Pendanaan akan digunakan untuk pengembangan sumur produksi dan infrastruktur pendukung.
  • Proyek C (Panas Bumi Gunung Salak): Kapasitas 100 MW, berada di Jawa Barat. Fokus investasi pada peningkatan efisiensi turbin dan jaringan transmisi.

Distribusi pendanaan secara rinci:

Proyek Pendanaan (USD) Kapasitas (MW)
Panas Bumi Baturaja 210,00 juta 200
Panas Bumi Dieng 147,87 juta 150
Panas Bumi Gunung Salak 120,00 juta 100

Dengan total investasi hampir setengah miliar dolar, tiga proyek ini diharapkan menambah sekitar 450 MW kapasitas energi terbarukan ke dalam bauran listrik Indonesia. Dampaknya tidak hanya pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja di daerah sekitar lokasi proyek.

PGE menyatakan komitmen untuk memanfaatkan dana tersebut dalam fase engineering, procurement, and construction (EPC) serta pengadaan peralatan berteknologi tinggi. Selain itu, pendanaan juga akan dialokasikan untuk pelatihan tenaga kerja lokal, guna memastikan keberlanjutan operasional jangka panjang.

Keberhasilan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pasar potensial bagi investor global yang mencari peluang di sektor energi bersih. Green Book 2026 menjadi platform strategis yang mempertemukan kebutuhan pembiayaan proyek dengan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang semakin ketat.

Para analis industri memperkirakan bahwa tambahan kapasitas panas bumi ini akan membantu pemerintah mencapai target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.