3 Fakta Kepulauan Chagos yang Akan Dibeli AS, Salah Satunya Jadi Kekuatan Militer Amerika‑Inggris
3 Fakta Kepulauan Chagos yang Akan Dibeli AS, Salah Satunya Jadi Kekuatan Militer Amerika‑Inggris

3 Fakta Kepulauan Chagos yang Akan Dibeli AS, Salah Satunya Jadi Kekuatan Militer Amerika‑Inggris

LintasWarganet.com – 09 Juni 2026 | Pemerintah Amerika Serikat (AS) baru-baru ini mengumumkan rencana pembelian sebagian besar wilayah Kepulauan Chagos di Samudra Hindia. Langkah tersebut menimbulkan sorotan internasional karena melibatkan kepentingan militer serta dampak historis bagi penduduk asli yang selama puluhan tahun hidup dalam pengasingan.

Berikut tiga fakta utama yang perlu diketahui mengenai pembelian ini:

  • Lokasi strategis dan nilai militer. Kepulauan Chagos terletak di persimpangan jalur pelayaran laut utama dunia, menjadikannya posisi ideal untuk pangkalan udara dan laut. Pulau Diego Garcia, yang sudah menjadi pangkalan militer bersama AS‑Inggris sejak 1970-an, diperkirakan akan menjadi inti dari pengembangan lebih lanjut.
  • Sejarah pemindahan penduduk. Pada akhir 1960-an dan awal 1970-an, pemerintah Inggris secara paksa memindahkan sekitar 2.000 warga Chagossian ke Mauritius dan Sekepnya tanpa kompensasi yang memadai. Penduduk tersebut kemudian hidup dalam kondisi sulit, sementara pulau-pulau tersebut dijadikan zona militer.
  • Rencana pembelian dan implikasi geopolitik. Pemerintah AS berencana membeli hampir seluruh kepulauan, termasuk Diego Garcia, dengan nilai yang belum dipublikasikan. Pembelian ini diharapkan memperkuat kehadiran militer Barat di kawasan Indo‑Pasifik, sekaligus menimbulkan tantangan hukum karena keputusan Mahkamah Internasional yang menyatakan kepemilikan Inggris atas Chagos ilegal.

Pengembangan baru yang diusulkan mencakup pembangunan fasilitas logistik, landasan pacu tambahan, serta infrastruktur pertahanan siber. Sementara itu, organisasi hak asasi manusia menuntut agar pemerintah Inggris dan AS memberikan ganti rugi serta mengembalikan hak kepemilikan kepada Chagossian.

Jika rencana ini terwujud, kepulauan tersebut akan menjadi salah satu titik tumpu utama militer Amerika‑Inggris di wilayah Asia‑Pasifik, memperkuat jaringan pertahanan yang sudah ada dan menambah daya jangkau operasional kedua negara di lautan luas.