10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS

10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS

LintasWarganet.com – 14 Juni 2026 | Ketegangan geopolitik pada tahun 2026 mempercepat perlombaan teknologi rudal balistik. Sepuluh negara teratas menguasai sistem ICBM, peluncuran dari kapal selam, dan rudal jarak menengah yang dapat membawa hulu ledak nuklir atau konvensional melintasi benua. Berikut rangkuman singkat tentang masing‑masing negara dan kemampuan utama mereka.

  1. Federasi Rusia – Memimpin daftar dengan ICBM R‑36M2 “Voevoda” dan sistem peluncuran kapal selam Bulava, mampu menjangkau hingga 11.000 km dengan muatan 2‑5 MT.
  2. Republik Rakyat Tiongkok – Memiliki DF‑41 yang dapat menembus 12.000 km serta JL‑2 yang diluncurkan dari kapal selam, menambah kemampuan penempatan hulu ledak ganda.
  3. India – Agni‑V dan Agni‑VI memberikan jangkauan 5.000‑8.000 km, dengan rencana pengembangan ICBM berbasis mobilitas darat.
  4. Pakistan – Shaheen‑III mencapai 2.750 km, dipadukan dengan Ghauri‑III yang sedang dalam tahap pengujian untuk jarak menengah‑panjang.
  5. Republik Korea Utara – Hwasong‑15 dan Hwasong‑17 menandai kemampuan ICBM dengan jangkauan lebih dari 13.000 km, meskipun akurasi masih diperdebatkan.
  6. Iran – Shahab‑6 diperkirakan dapat menembus 14.000 km, sementara sistem peluncuran kapal selam “Khalij‑F” sedang dalam fase pengembangan.
  7. Israel – Jericho‑3 dengan jangkauan 4.800‑6.500 km, dilengkapi dengan teknologi “maneuverable reentry vehicle” untuk menghindari pertahanan musuh.
  8. Prancis – Sistem M51 yang diluncurkan dari kapal selam, mampu menembus 10.000 km dengan hulu ledak termonuklir.
  9. Britania Raya – Trident II D5 yang dipasang pada kapal selam kelas Vanguard, memberikan jangkauan lebih dari 12.000 km.
  10. Amerika Serikat – Meskipun tidak menjadi juara, AS tetap memiliki arsenal ICBM Minuteman III dan sistem peluncuran kapal selam Ohio‑class, dengan jangkauan 13.000 km.

Dominasi tersebut mencerminkan bukan sekadar kuantitas hulu ledak, melainkan tingkat keandalan, mobilitas, dan kemampuan menembus pertahanan anti‑rudal. Persaingan ini menambah kompleksitas dinamika keamanan internasional, menuntut diplomasi yang lebih intensif dan sistem pertahanan yang terus beradaptasi.