LintasWarganet.com – 24 Juni 2026 | Pada tanggal 10 Muharram, yang dalam tradisi Islam dikenal sebagai hari Asyura, terjadi peristiwa penting yang menandai berakhirnya masa pemerintahan sang Firaun yang menyatakan dirinya sebagai Tuhan. Menurut sumber-sumber sejarah Islam, Firaun beserta pasukannya ditenggelamkan di Laut Merah setelah menolak mengakui kebenaran ajaran Nabi Musa a.s.
Kisah ini bukan sekadar catatan sejarah, melainkan pelajaran moral tentang keangkuhan, penolakan terhadap kebenaran, dan konsekuensi fatal yang menimpa mereka yang menolak petunjuk ilahi.
Rangkaian Peristiwa pada 10 Muharram
- Asyura sebagai Hari Kemenangan: Pada hari Asyura, umat Islam memperingati kemenangan atas tirani dan penindasan, sekaligus mengenang keadilan Allah yang menegakkan kebenaran.
- Perintah Nabi Musa kepada Firaun: Nabi Musa a.s. mengirimkan mukjizat berupa tongkat yang berubah menjadi ular, serta berbagai tanda lain untuk membuktikan kenabian.
- Penolakan Firaun: Meski telah disaksikan mukjizat, Firaun tetap menolak, bahkan menambah penindasan terhadap Bani Israil.
- Azab Laut Merah: Ketika Firaun dan pasukannya mengejar Nabi Musa yang tengah menyeberangi Laut Merah, laut kembali menutup dan menenggelamkan mereka semua.
- Penutup Sejarah: Kematian Firaun pada hari Asyura menjadi simbol akhir dari era kezaliman dan penegasan bahwa tidak ada yang dapat menyaingi kekuasaan Allah.
Peristiwa ini mengajarkan pentingnya kerendahan hati, kepatuhan kepada petunjuk agama, serta kepercayaan bahwa keadilan ilahi selalu menang pada waktunya.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet