1 dari 5 Gen Z Berinvestasi Tanpa Pahami Risiko, Efek FOMO Jadi Sorotan
1 dari 5 Gen Z Berinvestasi Tanpa Pahami Risiko, Efek FOMO Jadi Sorotan

1 dari 5 Gen Z Berinvestasi Tanpa Pahami Risiko, Efek FOMO Jadi Sorotan

LintasWarganet.com – 17 Juni 2026 | Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap bahwa satu dari lima generasi Z (usia 18-24 tahun) di Indonesia terjun ke dunia investasi tanpa memahami risiko yang melekat. Fenomena ini dipicu oleh rasa takut ketinggalan (FOMO) serta dorongan untuk memperoleh keuntungan cepat.

Penyebab utama investasi tanpa pemahaman risiko

  • Pengaruh media sosial: Tren investasi yang dibagikan oleh influencer sering kali menampilkan keuntungan besar tanpa menyoroti potensi kerugian.
  • Kurangnya edukasi formal: Sekolah dan perguruan tinggi belum memasukkan materi literasi keuangan secara komprehensif dalam kurikulum.
  • FOMO (Fear of Missing Out): Tekanan untuk tidak ketinggalan peluang investasi membuat generasi Z terburu‑buruan masuk pasar.

Dampak yang mungkin timbul

Investasi yang dilakukan tanpa pengetahuan dasar dapat menimbulkan kerugian finansial, menurunkan kepercayaan diri, bahkan memicu stres psikologis. Pada jangka panjang, hal ini berpotensi memperburuk kondisi ekonomi keluarga dan menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.

Upaya meningkatkan literasi keuangan

OJK menekankan pentingnya program edukasi yang terintegrasi, meliputi:

  1. Penyediaan modul pembelajaran digital yang mudah diakses.
  2. Kolaborasi dengan institusi pendidikan untuk memasukkan materi keuangan dalam kurikulum.
  3. Pelatihan bagi influencer dan pembuat konten agar menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang.

Dengan meningkatkan pemahaman tentang risiko investasi, generasi Z diharapkan dapat membuat keputusan finansial yang lebih bijak dan berkelanjutan.