1.363 ASN Banten Lulus Program E-Learning Berintegritas KPK
1.363 ASN Banten Lulus Program E-Learning Berintegritas KPK

1.363 ASN Banten Lulus Program E-Learning Berintegritas KPK

LintasWarganet.com – 18 Juni 2026 | Serang – Sebanyak 1.363 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten resmi dinyatakan lulus Program E-Learning ASN Berintegritas yang digagas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Program percontohan ini merupakan upaya untuk menanamkan budaya integritas dan pencegahan korupsi di kalangan pejabat publik melalui platform pembelajaran daring.

Program E-Learning Berintegritas dirancang selama enam bulan dengan modul-modul yang mencakup etika pelayanan publik, mekanisme pencegahan korupsi, serta penerapan nilai‑nilai integritas dalam pekerjaan sehari‑hari. Setiap peserta wajib menyelesaikan serangkaian materi, kuis evaluasi, dan studi kasus yang menguji kemampuan penerapan prinsip integritas.

Berikut ringkasan utama program:

Aspek Detail
Jumlah peserta 1.363 ASN Provinsi Banten
Penyelenggara KPK bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten
Durasi 6 bulan (Juli – Desember 2023)
Metode E‑Learning berbasis portal daring, dilengkapi video, modul PDF, dan kuis interaktif
Evaluasi Ujian akhir dan penilaian studi kasus, dengan kelulusan minimal 80% nilai

Para peserta yang berhasil menyelesaikan seluruh modul dan memperoleh nilai kelulusan dianggap telah meningkatkan kompetensi integritas mereka. KPK menegaskan bahwa lulusan program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi rekan sejawat serta memperkuat sistem pemerintahan yang bersih dan transparan.

Gubernur Banten, dalam sambutannya, memuji keberhasilan program ini sebagai langkah strategis untuk menumbuhkan budaya anti‑korupsi di tingkat daerah. Ia menambahkan bahwa pemerintah provinsi akan memperluas program serupa ke seluruh aparatur di Banten pada tahun mendatang.

Keberhasilan program ini juga menjadi bukti efektivitas pembelajaran daring dalam meningkatkan kapasitas ASN, terutama di masa pasca‑pandemi di mana fleksibilitas dan aksesibilitas menjadi faktor penting.