LintasWarganet.com – 01 April 2026 | PSMS Medan kembali berada di persimpangan penting musim Liga 2 2025/2026. Dengan hanya empat laga tersisa di Grup A, sang raksasa Sumatera Utara harus mengamankan kemenangan pada setiap pertandingan untuk tetap hidupkan asa tipis kembali ke Liga 1.
Kondisi Terkini PSMS di Grup A
Setelah menempati posisi menengah sepanjang fase pertama, PSMS kini menempati peringkat kelima dengan perolehan poin yang masih dapat diunggulkan. Empat laga terakhir meliputi tandang ke PSPS Pekanbaru, kedatangan Sriwijaya FC, serta dua laga melawan rival tradisional Persiraja Banda Aceh dan Persikat Tegal. Semua laga ini menjadi ujian berat karena selisih poin dengan tim yang sudah mengamankan tiket promosi hanya berjarak tiga poin.
Evaluasi Teknis: Lini Belakang dan Bola Mati
Pelatih asal Malang, Aji Santoso, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap lini belakang yang dianggap menjadi faktor utama kegagalan akhir-akhir ini. Kekompakan centre‑back masih terpecah, terutama dalam mengantisipasi serangan balik lawan. Selain itu, serangan PSMS masih bergantung pada serangan satu‑law‑satu yang menghasilkan “bola‑bola mati” berulang kali, sehingga mengurangi efektivitas penyerangan.
Dalam beberapa laga terakhir, PSMS berhasil memanfaatkan peluang dari set‑piece, seperti gol kepala Antonio Gamaroni pada menit ke‑26 melawan PSPS Pekanbaru. Namun, frekuensi konversi dari tendangan bebas, sudut, dan tendangan penalti masih jauh di bawah standar kompetisi.
Strategi Perubahan Formasi
Menjelang laga penentu melawan PSMS Medan, pelatih Aji Santoso sempat mengubah formasi dari 4‑3‑3 menjadi 3‑5‑2, berupaya menambah kepadatan di lini tengah dan memberikan lebih banyak dukungan bagi striker utama. Perubahan taktik ini terbukti berhasil menahan serangan lawan selama 70 menit, namun tetap tidak cukup untuk mengamankan tiga poin.
Persaingan di Grup A dan Imbas pada Klasemen
Grup A menampilkan persaingan sengit antara lima tim yang masing‑masing berjuang untuk tiga tiket promosi. Persikad Depok, yang berada di posisi ketiga, telah mengumpulkan 29 poin, sementara PSMS masih berjuang menutup selisih empat poin. Jika PSMS gagal meraih kemenangan dalam empat laga terakhir, peluang promosi akan menghilang, dan tim harus menyiapkan diri untuk fase playoff degradasi.
- Jadwal sisa: PSPS Pekanbaru (tandang), Sriwijaya FC (depan), Persiraja Banda Aceh (tandang), Persikat Tegal (depan)
- Poin yang dibutuhkan: minimal 12 poin untuk melampaui Persikad Depok
- Faktor kunci: perbaikan lini belakang, peningkatan efektivitas bola mati, dan konsistensi serangan
Upaya Peningkatan Fasilitas dan Moral Tim
Di luar lapangan, manajemen PSMS berupaya meningkatkan motivasi pemain dengan mengadakan sesi latihan intensif di fasilitas kebun bunga Medan, yang baru saja disiapkan untuk keperluan Piala AFF U‑19. Meskipun lapangan ini belum memenuhi standar internasional secara penuh, perbaikan cepat pada rumput dan infrastruktur diharapkan memberi suasana baru bagi skuad.
Selain itu, kapten tim, Natanael Siringoringo, menegaskan pentingnya kebersamaan dan mental baja dalam menghadapi tekanan. “Kita harus bersatu, setiap poin sangat berarti. Tidak ada ruang bagi keraguan,” ujarnya dalam konferensi pers menjelang laga terakhir.
Jika PSMS mampu mengeksekusi taktik yang telah disiapkan, memperbaiki pertahanan, serta memaksimalkan peluang dari bola mati, peluang untuk mengamankan tiket promosi tidak mustahil. Namun, jalan menuju Liga 1 tetap berliku, menuntut konsistensi dan ketangguhan mental hingga peluit akhir.
Dengan tekad kuat dan dukungan suporter Medan yang tak pernah padam, PSMS Medan berusaha menutup musim dengan catatan positif. Seluruh mata kini tertuju pada empat laga penentu, di mana setiap detik dapat menentukan nasib klub dalam persaingan Liga 2.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet