LintasWarganet.com – 31 Maret 2026 | Jakarta – Politikus Partai Gerindra, Irawan Prakoso, secara tegas membantah tuduhan bahwa ia menyampaikan pesan dari aktivis Riza Chalid kepada Pertamina terkait rencana sewa terminal bahan bakar minyak (BBM). Irawan menegaskan bahwa pertemuan yang pernah terjadi dengan Hanif Dhakiri, mantan Menteri BUMN, bersifat silaturahmi semata dan tidak membahas urusan bisnis atau kerja sama terminal BBM.
Berikut rangkaian fakta dan pernyataan yang relevan:
- Irawan Prakoso mengakui pernah bertemu dengan Hanif Dhakiri pada suatu acara sosial, namun menegaskan bahwa pembicaraan terbatas pada salam dan pertukaran kabar pribadi.
- Tuduhan bahwa Irawan menyampaikan pesan Riza Chalid kepada Pertamina muncul setelah munculnya rumor di media sosial yang mengaitkan kedua tokoh tersebut dengan proyek sewa terminal BBM milik Pertamina.
- Riza Chalid, yang dikenal sebagai aktivis sosial dan pendukung transparansi, belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan pesan yang disampaikannya melalui Irawan.
- Pertamina sendiri belum mengkonfirmasi adanya negosiasi atau perjanjian sewa terminal BBM yang melibatkan pihak politik manapun.
Dalam pernyataannya, Irawan menambahkan, “Saya tidak pernah membicarakan urusan bisnis atau proyek sewa terminal BBM dengan Hanif Dhakiri. Pertemuan kami hanyalah untuk mempererat silaturahmi antar tokoh politik, bukan untuk membahas kepentingan komersial.” Ia juga menegaskan komitmennya untuk mendukung kebijakan energi nasional yang transparan dan bebas intervensi politik.
Pengamat politik menilai bahwa pernyataan Irawan mencerminkan upaya menjaga jarak antara dunia politik dan urusan korporasi strategis, terutama di sektor energi yang sensitif. “Jika ada dugaan intervensi politik dalam proyek energi, hal itu dapat menimbulkan pertanyaan tentang integritas dan akuntabilitas,” ujar seorang analis senior di sebuah lembaga riset kebijakan publik.
Sejauh ini, tidak ada bukti kuat yang mengaitkan Irawan Prakoso atau Riza Chalid dengan proses negosiasi sewa terminal BBM. Pihak Pertamina menegaskan bahwa semua keputusan terkait aset strategis akan melalui prosedur resmi yang melibatkan lembaga pengawas terkait.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet