Temuan Mengejutkan di Semarang: Mortir Aktif Berasal dari Sawah Kakek Puluhan Tahun Lalu
Temuan Mengejutkan di Semarang: Mortir Aktif Berasal dari Sawah Kakek Puluhan Tahun Lalu

Temuan Mengejutkan di Semarang: Mortir Aktif Berasal dari Sawah Kakek Puluhan Tahun Lalu

LintasWarganet.com – 08 Juli 2026 | SEMARANG – Sebuah penemuan mengejutkan terjadi di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, ketika seorang pekerja bangunan menemukan mortir aktif kaliber 60 saat proses renovasi rumah. Penemuan ini mengungkap asal-usul mortir aktif di Semarang, ternyata hasil temuan sang kakek di sawah puluhan tahun lalu. Mortir tersebut ditemukan di dalam sebuah bungkusan plastik yang mencurigakan saat pembongkaran rumah.

Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengky Prasetyo, menjelaskan bahwa mortir tersebut telah tersimpan selama puluhan tahun. Menurut keterangan yang diperoleh dari saksi, mortir itu ditemukan oleh almarhum Suharto, yang merupakan kakek dari salah satu saksi, saat mencangkul di sawah beberapa dekade lalu. Suharto kemudian membawa pulang mortir tersebut dan menyimpannya di rumahnya.

Baca juga:

“Laporan dari warga mengenai temuan ini langsung kami tindak lanjuti untuk memastikan keamanan lokasi,” kata Hengky pada Selasa (7/7). Pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan tim penjinak bahan peledak dari Satuan Peralatan Kodam IV/Diponegoro untuk menangani mortir yang ditemukan ini dengan prosedur yang aman.

Setelah laporan diterima, petugas melakukan pengamanan di lokasi dan memasang tanda agar masyarakat tidak mendekati area tersebut. Mortir yang ditemukan diduga merupakan amunisi aktif, sehingga penanganan yang hati-hati sangat diperlukan.

Baca juga:

Keberadaan mortir aktif ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejarah benda tersebut. Banyak yang berspekulasi bahwa mortir ini adalah peninggalan dari masa lalu, namun detail lengkap mengenai asal-usulnya masih belum sepenuhnya terungkap. Yang jelas, asal-usul mortir aktif di Semarang, ternyata hasil temuan sang kakek di sawah puluhan tahun lalu menjadi cerita menarik yang menarik perhatian masyarakat.

Proses evakuasi mortir tersebut berlangsung lancar dan aman. Tim Jihandak Paldam IV/Diponegoro melakukan penanganan lebih lanjut dengan membawa mortir ke lokasi khusus untuk menjalani prosedur pengamanan. Kompol Hengky juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap benda-benda mencurigakan yang mungkin ditemukan, terutama yang diduga sebagai bahan peledak.

Baca juga:

Temuan mortir ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Indonesia. Sebelumnya, bom mortir peninggalan Perang Dunia II juga ditemukan di berbagai lokasi, termasuk di Jayapura. Hal ini menunjukkan bahwa tanah Indonesia masih menyimpan banyak jejak sejarah yang perlu diwaspadai.

Di tengah cerita di balik penemuan mortir ini, masyarakat diharapkan lebih sadar akan keselamatan, terutama ketika menemukan benda-benda yang tidak biasa. Asal-usul mortir aktif di Semarang, ternyata hasil temuan sang kakek di sawah puluhan tahun lalu memberikan pelajaran penting tentang pentingnya kewaspadaan dan laporan kepada pihak berwajib.