Gubernur Khofifah Raih Penghargaan atas Berhasil Turunkan Prevalensi Stunting Jatim Hingga 14,7 Persen
Gubernur Khofifah Raih Penghargaan atas Berhasil Turunkan Prevalensi Stunting Jatim Hingga 14,7 Persen

Gubernur Khofifah Raih Penghargaan atas Berhasil Turunkan Prevalensi Stunting Jatim Hingga 14,7 Persen

LintasWarganet.com – 07 Juli 2026 | Jawa Timur telah mencatat kemajuan signifikan dalam penurunan prevalensi stunting. Gubernur Khofifah Indar Parawansa baru-baru ini menerima penghargaan dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia atas keberhasilan ini. Prevalensi stunting di wilayahnya berhasil turun dari 17,7 persen pada tahun 2023 menjadi 14,7 persen di tahun 2024, menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya keras pemerintah provinsi dalam menangani masalah gizi buruk, yang merupakan tantangan serius bagi kesehatan masyarakat. Stunting, yang merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, dapat berdampak negatif pada perkembangan fisik dan kognitif anak.

Baca juga:

Dalam acara penyerahan penghargaan yang berlangsung meriah, Khofifah mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Ia menekankan bahwa penurunan angka stunting bukan hanya prestasi pemerintah, tetapi juga hasil kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor kesehatan.

“Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki status gizi masyarakat. Penurunan prevalensi stunting ini adalah bukti nyata bahwa upaya kita tidak sia-sia,” ungkap Khofifah. Ia juga menambahkan bahwa program-program yang telah dilaksanakan, seperti penyuluhan gizi dan peningkatan akses terhadap makanan bergizi, menjadi kunci keberhasilan dalam mengurangi angka stunting.

Beberapa langkah strategis telah diambil oleh pemerintah provinsi, termasuk pelaksanaan program pemberian makanan tambahan bagi anak-anak, penyuluhan kepada orang tua tentang pentingnya gizi seimbang, serta kerjasama dengan berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan makanan bergizi di seluruh daerah.

Baca juga:

Data dari SSGI menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan yang signifikan, tantangan masih tetap ada. Masih terdapat daerah-daerah di Jawa Timur yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam program penanganan stunting. Pemerintah provinsi berencana untuk memperluas program-program ini agar mencakup semua daerah, terutama wilayah yang paling terdampak.

Gubernur Khofifah juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pengentasan stunting. Ia berharap dengan adanya kesadaran yang lebih tinggi akan pentingnya gizi, angka stunting dapat terus berkurang di masa mendatang. “Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Setiap orang tua harus memahami pentingnya memberikan gizi yang baik bagi anak-anak mereka,” tambahnya.

Penghargaan yang diterima oleh Khofifah ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi pemerintah provinsi, tetapi juga menjadi motivasi bagi daerah lain di Indonesia untuk berupaya lebih keras dalam mengatasi masalah gizi dan kesehatan anak. Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor kesehatan, diharapkan prevalensi stunting di seluruh Indonesia dapat ditekan lebih lanjut.

Baca juga:

Dengan pencapaian ini, Jawa Timur menunjukkan bahwa dengan komitmen dan kerjasama yang kuat, masalah kesehatan masyarakat yang serius seperti stunting dapat diatasi. Gubernur Khofifah berharap, kerja keras ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi generasi mendatang.