IHSG Diprediksi Sideways, Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini (27/3) Siap Cuan Investor
IHSG Diprediksi Sideways, Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini (27/3) Siap Cuan Investor

IHSG Diprediksi Sideways, Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini (27/3) Siap Cuan Investor

LintasWarganet.com – 31 Maret 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan memasuki fase sideways pada sesi perdagangan hari ini, Senin 30 Maret 2026, setelah menutup akhir pekan pada level 7.097,05 dengan penurunan 0,94 persen. Analis dari Binaartha Sekuritas dan MNC Sekuritas mengungkapkan bahwa indeks masih berada dalam zona koreksi teknikal, dengan potensi pergerakan turun ke area 6.744 hingga 6.900 atau bahkan menembus support kuat di 6.587 jika tekanan jual terus berlanjut.

Proyeksi Teknis IHSG

Ivan Rosanova, analis Binaartha Sekuritas, menilai IHSG akan mengalami “shifting” pada struktur internalnya apabila indeks menembus level 7.057. Dalam riset hariannya, ia menargetkan proyeksi Fibonacci 100 persen di level 6.744, sekaligus menyoroti level support penting di 7.057, 6.900, 6.744, dan 6.587. Di sisi resistance, level yang menjadi titik pantau adalah 7.436, 7.765, dan 8.098.

Tim riset MNC Sekuritas memberikan pandangan serupa dengan menempatkan IHSG dalam fase koreksi wave (v) dari wave [c] pada label hitam. Mereka mengantisipasi pergerakan indeks turun ke kisaran 6.745‑6.887, namun tetap membuka peluang penguatan jika IHSG berhasil menutup koreksi saat ini. Skenario terbaik menampilkan IHSG kembali menguji zona 7.450‑7.779, dengan support terdekat pada 7.057 dan 6.917 serta resistance pada 7.374‑7.527.

Daftar Saham Pilihan yang Direkomendasikan

Berbagai saham unggulan diidentifikasi sebagai peluang keuntungan bagi investor yang ingin memanfaatkan volatilitas pasar. Rekomendasi dari Binaartha Sekuritas meliputi:

  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
  • PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
  • PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)
  • PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)
  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Sementara itu, MNC Sekuritas menyoroti empat saham dengan sinyal “Buy on Weakness” maupun “Sell on Strength” berdasarkan analisis wave:

  • CUAN – Buy on Weakness, harga saat ini 1.150, target 1.475‑1.745, stoploss di bawah 995.
  • DSNG – Buy on Weakness, harga 1.600, target 1.670‑1.745, stoploss di bawah 1.530.
  • UNTR – Buy on Weakness, harga 30.600, target 31.300‑32.000, stoploss di bawah 29.075.
  • AMRT – Sell on Strength, harga 1.455, target 1.470‑1.520, menguji level 1.160‑1.345.

Strategi Investasi di Tengah Kondisi Pasar

Investor yang mengadopsi strategi “buy on weakness” dapat memanfaatkan penurunan harga sementara untuk menambah posisi pada saham dengan fundamental kuat. Saham seperti ICBP, KLBF, dan TLKM terus menunjukkan kinerja yang solid dalam sektor konsumer, farmasi, serta telekomunikasi, yang cenderung lebih tahan banting pada fase koreksi pasar.

Di sisi lain, saham yang berada dalam fase “sell on strength” seperti AMRT mengindikasikan potensi koreksi lanjutan setelah mencapai puncak teknikal. Penjual dapat mempertimbangkan untuk mengambil keuntungan pada level resistance sebelum pasar berbalik arah.

Faktor Fundamental yang Mempengaruhi IHSG

Selain analisis teknikal, kondisi ekonomi makro Indonesia dan sentimen global tetap menjadi penentu utama pergerakan IHSG. Data inflasi yang masih berada pada level tinggi, kebijakan moneter Bank Indonesia, serta perkembangan geopolitik di kawasan Asia Pasifik dapat menambah tekanan jual atau memberi ruang bagi pemulihan.

Investor disarankan untuk terus memantau kalender ekonomi, terutama rilis data PMI, neraca perdagangan, dan keputusan suku bunga yang dijadwalkan pada minggu ini. Kombinasi antara data fundamental yang kuat dan sinyal teknikal yang jelas akan menjadi kunci untuk menentukan arah investasi yang optimal.

Dengan mempertimbangkan semua faktor di atas, pasar saham Indonesia diperkirakan akan bergerak sideways dalam rentang yang cukup lebar. Hal ini membuka peluang bagi para trader untuk mengeksekusi strategi jangka pendek maupun menengah, sambil menunggu sinyal konfirmasi selanjutnya dari pergerakan IHSG.

Investor diharapkan tetap berhati-hati, menyesuaikan posisi dengan toleransi risiko masing‑masing, dan mengandalkan manajemen risiko yang disiplin untuk mengoptimalkan hasil investasi di tengah ketidakpastian pasar.