LintasWarganet.com – 30 Maret 2026 | Jakarta, 30 Maret 2026 – Menjelang laga final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria, sorotan utama tidak lagi hanya pada striker atau kiper, melainkan pada perubahan taktik dan pola latihan yang dibawa oleh pelatih asal Kanada, John Herdman. Salah satu sosok yang menjadi pionir dalam implementasi perubahan itu adalah gelandang kreatif Ole Romeny, yang baru-baru ini mengungkapkan bagaimana latihan timnas Indonesia kini berbeda secara signifikan.
Peran Baru Ole Romeny Sebagai Nomor 10
Pada semifinal melawan Saint Kitts and Nevis (27/3/2026), Romeny tampil sebagai pemain nomor 10 dan mencatatkan satu gol serta dua assist. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kebebasan yang diberikan Herdman untuk menurunkan Romeny lebih dalam, memanfaatkan ruang di sepertiga akhir lapangan. “Saya merasa diberi ruang untuk berkreasi, tidak hanya sekadar menembus pertahanan, tapi juga menciptakan peluang bagi rekan,” ujar Romeny dalam sesi wawancara pasca laga.
Statistik menunjukkan bahwa sejak debutnya, Romeny telah mencetak empat gol dalam tujuh penampilan, menambah nilai tambah bagi tim yang kini mengandalkan variasi serangan yang lebih dinamis.
Strategi Latihan yang Dirombak
John Herdman menegaskan bahwa perubahan taktik dimulai dari sesi latihan. Menurutnya, tim kini mengadopsi pola rotasi posisi yang fleksibel, menekankan transisi cepat dari pertahanan ke serangan. “Kami mengintegrasikan sesi positional play yang menekankan pergerakan tanpa bola, terutama bagi pemain seperti Ole yang dapat mengubah arah serangan dalam hitungan detik,” kata Herdman.
Latihan kini dibagi menjadi tiga fase utama:
- Fase 1 – Penguasaan Bola: Penggunaan rondo intensif untuk meningkatkan kecepatan umpan pendek dan pengambilan keputusan.
- Fase 2 – Transisi Cepat: Simulasi serangan balik dengan tiga penyerang depan (3-4-3) yang memaksa gelandang tengah untuk mengeluarkan umpan terukur.
- Fase 3 – Penyelesaian di Kotak Penalti: Latihan finishing yang melibatkan pergerakan off‑the‑ball, menyiapkan pemain nomor 10 untuk mengirimkan umpan terobosan.
Herdman menambahkan bahwa pendekatan ini memberi kebebasan pada pemain muda untuk berekspresi, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif.
Susunan Pemain dan Formasi Terbaru
Dalam menghadapi Bulgaria, Herdman memutuskan rotasi besar-besaran. Formasi yang dipilih kembali ke tiga bek sejajar (3‑4‑3), dengan Jay Idzes memimpin lini belakang. Pada lini tengah, duo Joey Pelupessy dan Calvin Verdonk menjadi double pivot, sementara Romeny menempati posisi serang‑tengah sebagai penghubung antara tengah dan depan.
Berikut susunan pemain yang diusulkan:
| Posisi | Pemain |
|---|---|
| Kiper | Emil Audero |
| Bek Tengah | Rizky Ridho |
| Bek Tengah | Jay Idzes (kapten) |
| Bek Tengah | Justin Hubner |
| Wing‑Back Kanan | Kevin Diks |
| Wing‑Back Kiri | Nathan Tjoe‑A‑On |
| Gelandang Tengah | Joey Pelupessy |
| Gelandang Tengah | Calvin Verdonk |
| Sayap Kanan | Ragnar Oratmangoen |
| Nomor 10 | Ole Romeny |
| Penyerang Utama | Ramadhan Sananta |
Rotasi ini tidak hanya memberi peluang bagi pemain yang belum banyak bermain, tetapi juga menyesuaikan taktik dengan keunggulan individual, khususnya kemampuan umpan terukur Romeny.
Harapan dan Tantangan Menghadapi Bulgaria
Bulgaria, tim Eropa yang kuat secara fisik, diprediksi akan mengandalkan pressing tinggi. Herdman mengakui tantangan tersebut, namun menekankan bahwa fleksibilitas taktik Indonesia menjadi kunci. “Jika situasi pertandingan menuntut, kami bisa beralih ke formasi 4‑2‑3‑1 atau menurunkan Romeny menjadi penyerang tunggal,” ungkapnya.
Para pemain pun mengekspresikan kepercayaan diri. Beckham Putra Nugraha, yang mencetak dua gol di semifinal, mengatakan, “Dengan peran baru Ole, kami memiliki opsi serangan yang lebih variatif, sehingga tekanan pada pertahanan lawan dapat lebih terpecah.
Selain itu, atmosfer latihan yang lebih intens dan komunikatif menciptakan ikatan tim yang kuat. Herdman menambahkan, “Kami tidak hanya berlatih teknik, tetapi juga membangun mentalitas juara melalui sesi video analisis dan diskusi taktis.
Dengan kombinasi strategi modern, kebebasan kreatif pemain nomor 10, dan semangat juara, Timnas Indonesia berada pada posisi yang lebih baik untuk menorehkan sejarah baru pada final FIFA Series 2026.
Jika Garuda mampu mengatasi tekanan dan memanfaatkan pergerakan dinamis Ole Romeny, peluang meraih gelar pertama di turnamen internasional ini menjadi semakin realistis. Semua mata kini tertuju pada Gelora Bung Karno, menanti momen bersejarah yang dapat mengubah lanskap sepak bola Indonesia selamanya.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet