Anggota TNI Asal Kulon Progo Gugur di Lebanon Akibat Serangan Israel, Keluarga Bersiap Menunggu Kedatangan Jenazah
Anggota TNI Asal Kulon Progo Gugur di Lebanon Akibat Serangan Israel, Keluarga Bersiap Menunggu Kedatangan Jenazah

Anggota TNI Asal Kulon Progo Gugur di Lebanon Akibat Serangan Israel, Keluarga Bersiap Menunggu Kedatangan Jenazah

LintasWarganet.com – 30 Maret 2026 | Seorang prajurit TNI Angkatan Darat bernama Farizal Rhomadhon, berpangkat Prajurit Kepala (Praka) dan berasal dari desa Lendah, Kulon Progo, tewas dalam serangan militer Israel di wilayah Lebanon. Kejadian tersebut terjadi pada hari Rabu, ketika pasukan Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan area strategis di selatan Lebanon, yang sekaligus menimbulkan korban di kalangan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (UNIFIL) dan personel militer asing.

Farizal merupakan bagian dari kontingen TNI yang sedang menjalankan misi perdamaian di Lebanon sejak tahun 2022. Penugasannya meliputi pengamanan zona demiliterisasi, pendampingan warga sipil, serta membantu koordinasi antara pasukan multinasional. Saat serangan terjadi, Farizal berada di lokasi yang menjadi sasaran, sehingga mengakibatkan kematiannya.

Kabupaten Kulon Progo, khususnya desa Lendah, langsung mengirimkan tim duka cita ke rumah almarhum. Keluarga Farizal, termasuk istri, anak, serta orang tua, kini tengah menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut jenazah yang diharapkan akan dikirim kembali melalui prosedur repatriasi resmi. Mereka menunggu konfirmasi resmi dari Kementerian Pertahanan serta Kementerian Luar Negeri mengenai jadwal keberangkatan jenazah.

Pihak berwenang, termasuk Panglima TNI dan Menteri Pertahanan, menyatakan belasungkawa mendalam dan menjanjikan dukungan penuh kepada keluarga almarhum. Selain itu, pemerintah menegaskan komitmen untuk memastikan proses pengembalian jenazah berlangsung dengan hormat dan tepat waktu, serta memberikan bantuan psikologis bagi keluarga yang ditinggalkan.

Insiden ini menambah daftar korban jiwa TNI dalam operasi luar negeri, mengingat sebelumnya terdapat beberapa kasus serupa selama misi perdamaian di berbagai wilayah konflik. Masyarakat luas pun menanggapi dengan rasa prihatin, mengingat peran penting TNI dalam menjaga stabilitas regional serta melindungi warga sipil.

Berbagai organisasi kemanusiaan dan relawan setempat juga turut membantu proses persiapan pemakaman, mulai dari penyediaan logistik hingga pendampingan emosional bagi keluarga. Sementara itu, media lokal dan nasional terus memantau perkembangan situasi, termasuk langkah-langkah diplomatik yang diambil untuk menegosiasikan pengiriman jenazah kembali ke Indonesia.