Personel RI di UNIFIL Gugur di Tengah Konflik Hizbullah dan Israel
Personel RI di UNIFIL Gugur di Tengah Konflik Hizbullah dan Israel

Personel RI di UNIFIL Gugur di Tengah Konflik Hizbullah dan Israel

LintasWarganet.com – 30 Maret 2026 | Seorang anggota Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) yang berasal dari Indonesia meninggal dunia saat menjalankan tugas di Lebanon, tepatnya di zona penyangga yang menjadi medan pertempuran antara milisi Hizbullah dan pasukan Israel.

Korban, prajurit Batalyon Infanteri 1 Angkatan Darat, dilaporkan berada di area yang dipantau secara ketat oleh UNIFIL untuk mencegah penyebaran konflik ke wilayah sipil. Pada saat insiden, tembakan keras terjadi di antara kedua belah pihak, dan personel Indonesia menjadi korban langsung akibat tembakan yang tidak terduga.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia segera mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga almarhum serta seluruh elemen militer. Menteri Luar Negeri menegaskan bahwa pemerintah akan terus memberikan dukungan moral dan material kepada keluarga korban serta memastikan proses administrasi dan pemulangan jenazah berjalan lancar.

UNIFIL, yang dibentuk pada tahun 1978, memiliki mandat untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di wilayah selatan Lebanon setelah perang saudara. Indonesia telah berpartisipasi dalam misi ini sejak 2006, menempatkan personel di berbagai posisi termasuk keamanan, logistik, dan intelijen.

Konflik antara Hizbullah dan Israel yang memuncak pada akhir tahun 2023 telah menimbulkan ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel, mengakibatkan sejumlah insiden tembak-menembak di zona penyangga. Meskipun UNIFIL berupaya menegakkan gencatan senjata, situasi yang dinamis tetap menimbulkan risiko bagi pasukan perdamaian.

Berita duka ini menambah daftar korban jiwa Indonesia dalam misi perdamaian PBB, yang sebelumnya mencatat beberapa kehilangan personel dalam operasi di Afrika dan Asia. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk tetap berkontribusi pada misi-misi perdamaian internasional, sekaligus mengupayakan peningkatan protokol keamanan bagi personel yang ditempatkan di zona konflik.

Upacara pemakaman almarhum dijadwalkan akan dilaksanakan di tanah air dengan kehadiran perwakilan militer, pejabat pemerintah, serta keluarga dekat. Seluruh warga negara diharapkan memberikan doa dan penghormatan atas pengorbanan yang telah diberikan untuk menjaga perdamaian dunia.