Harga BBM Non Subsidi Naik di Indonesia, Ekonom Anggap Wajar Akibat Perang di Iran
Harga BBM Non Subsidi Naik di Indonesia, Ekonom Anggap Wajar Akibat Perang di Iran

Harga BBM Non Subsidi Naik di Indonesia, Ekonom Anggap Wajar Akibat Perang di Iran

LintasWarganet.com – 30 Maret 2026 | Peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM) non‑subsidi di Indonesia mulai terasa sejak awal bulan ini. Kenaikan tersebut diperkirakan akan berdampak pada biaya transportasi, harga barang, dan inflasi rumah tangga.

Ekonom Wisnu Wibowo menyatakan bahwa lonjakan harga tersebut wajar mengingat ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran. Konflik di wilayah tersebut telah menekan pasokan minyak dunia, memicu kenaikan harga minyak mentah di pasar internasional.

Beberapa faktor utama yang memengaruhi harga BBM non‑subsidi antara lain:

  • Gangguan pasokan minyak akibat sanksi dan ketidakstabilan politik di Iran.
  • Permintaan global yang tetap tinggi meski terdapat upaya pengurangan konsumsi.
  • Kebijakan penyesuaian harga domestik yang mengikuti fluktuasi harga minyak internasional.

Akibat kenaikan ini, konsumen diharapkan akan merasakan beban tambahan pada biaya perjalanan sehari‑hari. Sektor transportasi, logistik, dan industri manufaktur diproyeksikan mengalami peningkatan biaya operasional.

Pemerintah belum mengumumkan langkah khusus untuk menanggulangi dampak tersebut, namun kemungkinan akan mempertimbangkan subsidi sementara atau penyesuaian tarif lainnya untuk melindungi daya beli masyarakat.

Para pengamat ekonomi menilai bahwa selama situasi geopolitik di Timur Tengah tidak stabil, volatilitas harga energi akan tetap tinggi. Oleh karena itu, perencanaan jangka panjang dalam diversifikasi sumber energi dan peningkatan efisiensi bahan bakar menjadi kunci bagi ketahanan ekonomi Indonesia.