Pengamat: Perlu percepatan kendaraan listrik antisipasi harga minyak
Pengamat: Perlu percepatan kendaraan listrik antisipasi harga minyak

Pengamat: Perlu percepatan kendaraan listrik antisipasi harga minyak

LintasWarganet.com – 30 Maret 2026 | Sejumlah pengamat energi menilai percepatan adopsi kendaraan listrik (EV) menjadi strategi penting untuk mengurangi beban ekonomi akibat fluktuasi harga minyak dunia.

Dengan harga minyak yang terus naik, biaya transportasi publik dan pribadi meningkat, menekan daya beli masyarakat. Kendaraan listrik yang tidak bergantung pada bahan bakar fosil dapat menjadi alternatif yang lebih stabil.

  • Pengurangan ketergantungan pada impor minyak;
  • Penurunan emisi COâ‚‚ dan polusi udara;
  • Peningkatan efisiensi energi karena motor listrik lebih efisien dibandingkan mesin pembakaran internal.

Pengamat juga menyoroti bahwa pemerintah perlu menyusun kebijakan yang mendukung, antara lain insentif pajak, subsidi pembelian, dan pembangunan infrastruktur pengisian daya yang merata.

Tahun Harga Minyak (USD/barrel) Persentase EV di Pasar
2022 100 2%
2023 115 3.5%
2024 (perkiraan) 130 5%

Data tersebut menunjukkan korelasi antara kenaikan harga minyak dan pertumbuhan pasar kendaraan listrik. Namun, pengamat memperingatkan bahwa tanpa dukungan infrastruktur pengisian yang memadai, adopsi EV dapat terhambat.

Rekomendasi utama meliputi percepatan pembangunan stasiun pengisian di area publik, pemberian insentif fiskal bagi produsen dan konsumen, serta kampanye edukasi tentang manfaat EV bagi lingkungan dan ekonomi.

Jika langkah-langkah tersebut dilaksanakan secara terkoordinasi, diharapkan Indonesia dapat mengurangi beban biaya energi, meningkatkan kemandirian energi, serta berkontribusi pada target pengurangan emisi nasional.