LintasWarganet.com – 29 Maret 2026 | Ratusan ribu hingga jutaan warga Amerika diperkirakan akan menggelar aksi protes secara simultan di lebih dari dua puluh kota pada Sabtu, menandai demonstrasi ketiga dalam rangkaian gerakan “No Kings”. Demonstran menolak kebijakan dan retorika mantan Presiden Donald Trump serta menuntut reformasi politik yang lebih inklusif.
Aksi ini dikoordinasikan oleh jaringan aktivis lintas negara bagian yang menggunakan platform media sosial untuk mengundang partisipasi. Sejumlah kota besar, termasuk New York, Los Angeles, Chicago, dan Washington D.C., menyiapkan rute jalan utama serta titik kumpul di depan gedung-gedung pemerintah. Penyelenggara memperkirakan jumlah peserta mencapai antara tiga hingga lima juta secara nasional.
- Lokasi utama: Times Square (NY), Grant Park (Chicago), Union Square (San Francisco), dan National Mall (Washington).
- Waktu pelaksanaan: mulai pukul 10.00 WIB (UTC-5) hingga sore hari.
- Isyarat utama: poster “No Kings” dan slogan anti‑Trump.
Para penyelenggara menekankan bahwa aksi ini bersifat damai dan menolak segala bentuk kekerasan. Polisi di beberapa kota menyiapkan satuan khusus untuk mengamankan jalur demonstrasi, namun menegaskan hak konstitusional warga untuk berekspresi.
Sejumlah politisi, aktivis hak sipil, serta tokoh masyarakat turut memberi dukungan melalui pernyataan publik, menyoroti pentingnya partisipasi warga dalam proses demokrasi. Mereka menilai bahwa protes ini menjadi cerminan ketidakpuasan luas terhadap kebijakan imigrasi, hak pilih, serta isu-isu keadilan sosial yang dipandang tidak memadai selama masa kepemimpinan Trump.
Pengamat politik memperkirakan bahwa dampak aksi “No Kings” ketiga ini dapat memengaruhi agenda legislatif serta persepsi publik menjelang pemilihan tengah tahun. Jika demonstrasi berhasil menarik perhatian media internasional, tekanan terhadap partai Republik untuk merespons tuntutan reformasi dapat meningkat.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet