LintasWarganet.com – 29 Maret 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengadakan pertemuan dengan sejumlah menteri pada Senin untuk membahas langkah-langkah penghematan energi nasional. Rapat tersebut menyoroti tiga pilar utama kebijakan yang akan diusulkan, yaitu penerapan kerja dari rumah (WFH) secara lebih luas, penguatan efisiensi anggaran, serta revitalisasi program B50 yang menitikberatkan pada energi bersih dan terjangkau.
Dalam sesi pembahasan, Prabowo menekankan bahwa pemanfaatan WFH tidak hanya dapat mengurangi konsumsi listrik di gedung‑gedung pemerintahan, tetapi juga berpotensi menurunkan emisi karbon di sektor transportasi. Ia mengusulkan agar kementerian terkait menyusun pedoman standar WFH, termasuk mekanisme evaluasi kinerja dan dukungan infrastruktur digital.
Langkah kedua yang dibahas adalah efisiensi anggaran. Pemerintah berencana melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan energi pada proyek‑proyek publik, serta mengoptimalkan kontrak energi dengan perusahaan swasta. Targetnya adalah mengurangi pemborosan energi sebesar 15 % dalam dua tahun ke depan.
- WFH: penyusunan pedoman, peningkatan infrastruktur TI, monitoring energi.
- Efisiensi anggaran: audit energi, renegosiasi kontrak, penerapan teknologi hemat energi.
- Program B50: pendanaan riset energi terbarukan, subsidi bagi rumah tangga berpendapatan menengah, pengembangan jaringan listrik pintar.
Program B50, yang awalnya diluncurkan pada 2022, akan diperkuat dengan alokasi dana tambahan serta kolaborasi dengan lembaga riset nasional. Fokus utama program ini adalah meningkatkan pangsa energi bersih hingga 50 % pada tahun 2030, sekaligus memastikan harga listrik tetap terjangkau bagi masyarakat.
Para menteri yang hadir, antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Keuangan, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, menyambut positif usulan tersebut. Mereka berkomitmen untuk menyusun rencana aksi terperinci dan melaporkan progresnya kepada Presiden dalam rapat berikutnya.
Penghematan energi yang diusulkan diharapkan dapat memberikan dampak ganda: menurunkan beban anggaran negara sekaligus mendukung agenda perubahan iklim Indonesia. Jika berhasil, kebijakan ini dapat menjadi contoh bagi negara‑negara lain di kawasan Asia‑Pasifik.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet