LintasWarganet.com – 29 Maret 2026 | Medan (Waspada.id) – Pertandingan lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 menyajikan dua kisah menegangkan pada Sabtu (28/3). Di Stadion Utama Sumatera Utara, tuan rumah PSMS Medan harus puas dengan hasil imbang 1‑1 setelah ditahan PSPS Riau, sementara di Pekanbaru Persiraja Banda Aceh berjuang keras hingga menit akhir untuk menumbangkan Sriwijaya FC dengan skor tipis 2‑1.
PSMS Medan vs PSPS Riau: Drama 7 menit tambahan
Sejak peluit pertama, PSMS berusaha menguasai permainan dengan umpan‑umpan pendek dan tekanan tinggi. Namun, agresi di lini tengah menyebabkan beberapa kartu kuning, termasuk Nazar pada menit ke‑4. Usaha pertama PSMS hampir membuahkan hasil pada menit ke‑9, ketika umpan Kim hampir dioper ke striker PSPS, Francis, namun bola melenceng.
Poin balik terjadi pada menit ke‑26 ketika Antonio PSPS mengeksekusi gol yang sempat dibatalkan karena offside. VAR memeriksa kembali dan menegaskan gol tersebut, menjadikan PSPS unggul 1‑0. Gol tersebut menimbulkan keheningan di tribun PSMS dan menambah tekanan pada pelatih Eko Purdjianto.
Masuk babak kedua, Eko melakukan beberapa pergantian strategis, termasuk masuknya Zaki menggantikan Dani Saputra. Usaha itu terbayar pada menit ke‑65, ketika Zaki memanfaatkan kekacauan di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan yang tak terhenti, menyamakan kedudukan menjadi 1‑1.
Menjelang akhir pertandingan, wasit menambahkan 7 menit waktu tambahan. PSMS berusaha memanfaatkan Rifal Lastori yang masuk menggantikan Clayton, namun lini pertahanan PSPS tetap disiplin. Akhirnya peluit panjang berbunyi tanpa perubahan skor, sehingga kedua tim membagi satu poin.
Persiraja Banda Aceh vs Sriwijaya FC: Kemenangan susah payah
Pertandingan lain yang berlangsung bersamaan di Stadion Kaharudin Nasution menampilkan Persiraja Banda Aceh yang harus berjuang keras melawan Sriwijaya FC. Kedua tim membuka peluang sejak menit pertama, namun pertahanan keduanya masih solid.
Poin pertama Persiraja tercipta pada menit ke‑42 lewat serangan balik cepat. Setelah serangan tengah gagal, winger Persiraja, Dedi, mengirimkan umpan diagonal ke depan, yang diterima oleh striker utama, Dimas. Dimas menaklukkan kiper Sriwijaya dengan tembakan keras ke sudut atas kiri, menjadikan skor 1‑0.
Sriwijaya berusaha membalas, dan pada menit ke‑58 mereka menyamakan kedudukan berkat gol dari pemain tengah, Rudi. Gol tersebut datang setelah serangan sudut, dimana Rudi melompat lebih tinggi dari bek Persiraja dan mengarahkan bola ke sudut jauh gawang.
Menjelang akhir pertandingan, Persiraja menambah satu gol lagi pada menit ke‑86. Setelah mendapatkan tendangan bebas di daerah pertahanan Sriwijaya, gelandang Persiraja, Andri, melepaskan tendangan keras yang memantul ke dalam kotak penalti. Penyerang muda, Budi, memanfaatkan bola yang melambung dan menekuknya ke sudut kanan, memastikan kemenangan 2‑1.
Keberhasilan Persiraja ini penting karena menambah tiga poin di papan tengah klasemen, sedangkan Sriwijaya harus menerima kekalahan yang menurunkan posisi mereka.
Implikasi klasemen dan langkah selanjutnya
Kedua hasil tersebut memperketat persaingan di grup tengah Liga 2. PSMS yang sebelumnya berada di papan tengah kini harus menambah tiga poin pada pertemuan berikutnya untuk mengancam posisi empat teratas. Sementara PSPS, dengan satu poin tambahan, berada di posisi lebih menguntungkan.
Persiraja, dengan kemenangan 2‑1, melesat ke posisi tiga klasemen sementara, menyiapkan diri untuk laga melawan tim terkuat grup. Sriwijaya, di sisi lain, harus memperbaiki pertahanan dan mencari konsistensi dalam mencetak gol.
Para pelatih kedua tim menyatakan bahwa fokus mereka kini beralih pada perbaikan taktik dan kebugaran pemain menjelang putaran akhir musim. Sementara suporter menantikan aksi-aksi menarik di minggu-minggu mendatang.
Secara keseluruhan, Sabtu 28 Maret menjadi hari yang penuh drama bagi Liga 2, menegaskan bahwa persaingan di level menengah masih sangat sengit dan setiap poin sangat berharga dalam perburuan promosi.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet