LintasWarganet.com – 29 Maret 2026 | Cuaca panas di Bali belakangan ini tidak menghalangi semangat anak-anak yang berbondong‑bongong ke Gedung Annika untuk mengikuti program inovatif “Seni Lukis Tiup“. Kegiatan ini dirancang khusus sebagai upaya preventif terhadap fenomena kecanduan media sosial di kalangan generasi muda.
Program ini diprakarsai oleh Dinas Pendidikan Bali bekerja sama dengan komunitas seni lokal. Anak‑anak diberikan kuas khusus yang dihubungkan ke tabung udara; mereka mengarahkan hembusan napas untuk menggerakkan cat pada kanvas. Prosesnya menuntut konsentrasi, koordinasi pernapasan, serta kreativitas, sehingga secara alami mengalihkan perhatian mereka dari layar gadget.
- Melatih fokus: Mengontrol aliran napas dan arah cat menuntut konsentrasi penuh.
- Mendorong kerja tim: Anak-anak saling memberi masukan tentang teknik dan warna.
- Mengurangi waktu layar: Aktivitas fisik dan artistik menggantikan waktu yang biasanya dihabiskan di media sosial.
- Menumbuhkan rasa pencapaian: Hasil karya yang unik memberi kepuasan personal.
Selama sesi pertama, lebih dari seratus anak berusia 8‑12 tahun berhasil menciptakan lukisan berbentuk awan, hewan, dan motif alam Bali. Mereka melaporkan rasa rileks dan kebanggaan setelah menyelesaikan karya. Kepala Dinas Pendidikan Bali, Ibu Sari Widjaja, menyatakan bahwa program ini akan diulang secara berkala dan diperluas ke sekolah‑sekolah lain di pulau tersebut.
Dengan mengintegrasikan seni tradisional dan teknik modern, “Seni Lukis Tiup” tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga alat edukatif yang memperkuat kesehatan mental anak di era digital.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet